Round-Up
Ucapan Kasarnya Viral, Sarwendah: Saya Manusia Biasa Tak Luput dari Dosa
Banyak netizen yang berspekulasi ucapan ini ditujukkan untuk mantan suaminya, Ruben Onsu, setelah beberapa lama ini hubungan keduanya mulai panas.
Bola panas ini jadi topik yang ramai di media sosial hingga akhirnya membuat pihak Sarwendah buka suara. Lewat Instagram, Sarwendah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf atas kegaduhan tersebut.
"Saya sebagai manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan dan dosa, menyadari potongan video yang beredar tersebut sudah membuat kegaduhan di media sosial. Saya menyadari bahwa kata-kata saya tersebut, tidak menunjukkan kebaikan atau pun kerendahan hati. Hal-hal yang seharusnya cukup diselesaikan di ruang yang lebih tenang, ini turut menyita perhatian dan energi dari banyak pihak. Oleh karena itu, saya meminta maaf dari lubuk hati saya kepada semua," terangnya dalam Instagram miliknya dilihat detikcom, Jumat (5/6/2026).
Ia berharap agar anak-anak dan keluarganya tak disangkutpautkan atas ucapan tersebut.
"Saya meminta maaf yang terdalam kepada anak-anak saya. Apa pun yang terjadi di antara kehidupan orang dewasa, mereka tidak sehatusnya terbawa dalam pemberitaan yang beredar. Saya sebagai seorang ibu, saya berjanji akan terus berusaha menjadi ibu yang melindungi, merawat dan mengutamakan kebahagiaan masa depan mereka," ucapnya.
Sebelumnya melalui kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, ia menjelaskan rekaman itu tak ditujukkan untuk Ruben Onsu.
"Saya menonton video itu, memang video itu menurut saya bisa dipahami berbeda-beda, tetapi prinsipnya tidak ditujukan kepada RO (Ruben Onsu). Saya jamin bahwa itu tidak ditujukan kepada RO karena, di dalam video itu saya lihat tidak ada menyebutkan nama sama sekali," kata Chris Sam Siwu dalam wawancara virtual, Kamis (4/6/2026) malam.
Chris Sam Siwu juga menambahkan, objek pembicaraan dalam video tersebut bersifat umum. Menurutnya, Sarwendah bisa saja sedang membahas konteks lain yang tidak ada hubungannya dengan konflik rumah tangga mereka di masa lalu.
"Mungkin klien saya bercerita soal film, mungkin klien saya juga bercerita soal novel, bercerita tentang kehidupan orang lain, kan bisa aja. Jadi menurut saya masih banyak hal-hal yang perlu diklarifikasi," jelas Chris menjelaskan latar belakang video tersebut.
Tim kuasa hukum menyadari netizen memiliki kebebasan untuk berasumsi, namun mereka sangat menyayangkan adanya upaya memutarbalikkan fakta. Sarwendah disebut merasa terganggu, dengan framing negatif yang terus menyudutkan posisinya sebagai ibu dari anak-anaknya.
(ass/aay)











































