AKSI Gak Yakin dengan Digitalisasi dari LMKN-LMK

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Ilustrasi Royalti Musik
Ilustrasi Royalti Musik (Foto: ChatGPT)
Jakarta - Piyu Padi Reborn yang juga menjabat sebagai ketua umum Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia (AKSI) menyatakan bahwa digitalisasi yang sudah dilakukan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) belum cukup meyakinkan nih.

Begitu pula dengan digitalisasi yang sebelumnya dimiliki salah satu Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) yaitu Wahana Musik Indonesia (WAMI).

"Belum. Kalau buat kita masih belum seperti yang kita harapkan," ujar Piyu di kawasan Tomang, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026).

Ya, Piyu gak cuma sekedar menyatakan itu aja. Gitaris Padi Reborn ini juga menyampaikan alasannya.

Sebagai salah satu dari pencipta lagu, tentu Piyu memiliki trust issue yang tinggi soal royalti musik. Dia gak mau segampang itu percaya apalagi digitalisasi ini baru dimulai.

"Kita tetap harus ada kepastian baik dari Undang Undang nya, lalu dari PP-nya juga sampai ke SK-nya, SK Kementerian Hukum ya," tegas Piyu.

Lanjut, Piyu merasa AKSI menjadi pihak yang mendorong perizinan atau lisensi dilakukan sebelum penyanyi nya tampil. Itu semua demi memperbaiki kepercayaan mereka sekaligus keadilan pada pencipta lagu.

Nah, hal itu belum tentu bisa dilakukan lewat aplikasi atau web digitalisasi yang sedang digaungkan LMKN.

"Sedigital apa pun kalau digital itu masih bisa dimanipulasi, sorry tanda kutip itu bisa dimanipulasi atau bisa dibuat perhitungan sendiri, dibuat sistem sendiri juga bisa dilakukan seperti itu. Yang kita harapkan adalah proses pengajuan atau proses pemungutan distribusinya itu harus sudah berubah gitu," papar Piyu.

Nah kalau kamu belum tahu, sebelumnya LMKN mengaku sudah memiliki aplikasi atau website bernama Inspiration. Gunanya, untuk merapihkan data lagu-lagu dari para pencipta dan penyanyi.

Inspiration juga dibuat untuk penyederhanaan dalam perizinan penggunaan lagu sehingga memperbaiki sistem pengelolaan royaltinya.


(pig/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO