Round Up
Awal Mula Musisi Ini Kena Tipu Rp 1,4 M untuk Bawa Sheila On 7 ke Malaysia
Bermula ingin membawa Sheila On 7 ke Malaysia, tapi musisi sekaligus promotor asal Negeri Jiran ini justru kena tipu. Adalah Ariff Bahran yang mengaku menjadi korban penipuan tersebut.
Kisah ini disampaikan Ariff Bahran dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram @capricedaddycap. Video tersebut dilihat detikcom pada Minggu (28/12/2025).
Ariff diketahui merupakan penyelenggara acara asal Malaysia yang sudah cukup sering bekerja sama dengan salah satu promotor, meski ia memilih untuk tidak menyebutkan nama pihak tersebut.
Dalam pengakuannya, Ariff menyebut, sudah mentransfer sejumlah uang kepada seseorang yang mengklaim bisa menghubungkannya langsung dengan manajemen Duta Modjo Cs.
Tapi, janji tinggal janji. Meski pembayaran disebut sudah lunas sejak tahun lalu, tak pernah ada kelanjutan jelas soal konser Sheila On 7 di Malaysia. Impian yang sempat dibangun pun akhirnya kandas di tengah jalan.
Situasi makin bikin geram karena hingga kini, uang Ariff belum juga dikembalikan sepeser pun. Padahal, menurut pengakuannya, pihak terkait sudah berjanji akan mengembalikan dana tersebut sejak lama.
"Saya Ariff Bahran dan rekan-rekan terlibat dalam kasus penipuan sebanyak RM 425 ribu. Event organizer seharusnya membawa Sheila on 7 ke Malaysia tahun lalu untuk mengadakan suatu konser. Tetapi, akhirnya gagal," tutur Ariff.
"Mereka setuju untuk bayar balik. Tetapi sampai sekarang, uang kami belum dibayar. Sesudah satu tahun."
Baca juga: BIP Nyanyikan Ulang Satu Nusa Satu Bangsa |
Tak hanya mewakili dirinya sendiri, Ariff juga menyampaikan, sejumlah rekan dan temannya turut terdampak dalam kasus ini. Dalam video yang sama, ia menceritakan bagaimana tekanan dan kerugian yang dialami mereka setelah merasa ditipu.
Hingga kini, Ariff mengaku masih menunggu adanya itikad baik dari pihak promotor yang bersangkutan. Ia juga menegaskan bahwa langkah memviralkan kasus ini bukan demi sensasi.
"Tolong aku dan teman-teman. Kami viralkan ini bukan untuk mencari popularitas, tetapi agar kasus ini mendapat perhatian publik dan bisa dipercepat prosesnya. Aku mohon," ujar Ariff.
(wes/tia)











































