Rachel Cia Siap Rilis Single Perdana: Penuh Luka, Euforia dan Closure

Dicky Ardian
|
detikPop
Rachel Cia
Foto: Instagram Rachel Cia
Jakarta - Rachel Cia melangkah ke babak baru dalam karier musiknya. Setelah lama dikenal lewat media sosial dan berbagai proyek kreatif, ia kini tampil sebagai musisi lewat single debut berjudul Dopamine.

Bukan sekadar lagu pertama, Dopamine adalah potret jujur perjalanan emosional Rachel, yang ia tulis saat hidupnya berada dalam fase paling tidak stabil.

Lagu ini pertama kali lahir pada 2021, di momen ketika hidupnya penuh naik-turun, drama, dan hubungan yang jauh dari kata sehat.

"Personal banget karena ini lahir dari fase hidupku yang unhealed dulu, yang penuh euphoria, highs-lows, toxic love saat aku sendiri belum ngerti apa itu cinta yang sehat," cerita Rachel.

Ia mengenang masa itu sebagai masa nongkrong galau di studio, lalu tiba-tiba menumpahkan perasaan menjadi melodi dan lirik. Ketika ditanya kenapa ia memilih membuat lagu yang begitu personal, jawabannya pun lugas dan relate.

"Aku pengen ekspresikan perasaan dan isi kepalaku jadi sebuah karya. Mungkin waktu dulu pas buat, ini jadi lagu yang meremind kekonyolan aku dalam percintaan," katanya.

"Tapi kalau sekarang mungkin bisa jadi semacam closure untuk versi aku yang dulu. Juga mungkin bisa relate ke orang-orang, yang kayaknya sih semua orang pernah ada di fase seperti ini dalam hidup," lanjutnya.

Meski sudah ditulis tiga tahun lalu, Dopamine versi final ternyata mengalami banyak revisi. Ada perbedaan signifikan antara draft pertama dan hasil akhirnya.

"Draft 1 Dopamine yg 3 tahun lalu itu rasanya sudah jauh beda sama Dopamine yang sekarang. Dopamine yang dulu mungkin sudah terdengar penuh, tapi mungkin suara dan perasaan yang aku tuangkan di recording beda. Aku harus mengingat ulang sakit dan emosinya waktu itu," jelas Rachel.

Mulai dari aransemen, sound, hingga detail paling kecil, semuanya dibongkar-pasang demi memastikan lagu ini benar-benar menggambarkan perjalanan emosional yang ingin ia bagikan.

Dalam proses kreatifnya, Rachel mengaku sangat terbantu oleh labelnya, Floor Inc., yang memberi kebebasan penuh untuk bereksplorasi.

"Seneng banget aku bener-bener dikasih ruang untuk eksplorasi diri dalam semua proses kreatif, produksi, visual. Floor Inc siapin tim dengan orang-orang yang terbaik dan supportive!"

Dengan dukungan yang solid itulah Rachel berhasil membawa Dopamine dari sekadar tulisan galau tiga tahun lalu menjadi karya yang matang-baik secara emosional maupun musikal.

Rachel berharap Dopamine bisa menemani pendengar yang mungkin pernah berada di fase serupa. Lagu ini bukan hanya penutup untuk versi dirinya yang dulu, tapi juga pintu menuju era baru dalam perjalanan musik Rachel Cia.


(dar/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO