Kabar buruk melanda Tom Cruise. Film drama komedi satir terbaru yang dibintangi olehnya dan disutradarai oleh pemenang Oscar, Alejandro González Iñárritu, bertajuk Digger, diprediksi menjadi salah satu kegagalan finansial (box office bomb) terbesar tahun ini dan bisa jadi menorehkan sejarah baru di Hollywood.
Laporan komprehensif dari Variety (12/10) mengungkapkan bahwa proyek film yang dirilis oleh studio Warner Bros. ini berpotensi mengalami kerugian fantastis di kisaran $150 juta hingga $245 juta, atau setara dengan Rp 2,7 triliun hingga Rp 4,3 triliun.
Kerugian masif ini bermula dari besarnya investasi yang dikucurkan selama pembuatan film. Warner Bros. menghabiskan biaya produksi sebesar $180 juta (sekitar Rp2,88 triliun) dan masih mengelontorkan dana promosi serta pemasaran global yang membengkak hingga $100 juta (sekitar Rp1,6 triliun).
Sayangnya, modal raksasa tersebut gagal berbuah manis ketika film ini resmi tayang di bioskop. Pada akhir pekan pembukaannya, Digger hanya mampu meraup pendapatan sebesar $8 juta di Amerika Utara dan $12 juta di pasar internasional, sehingga total awal secara global hanya mengantongi $20 juta (sekitar Rp320 miliar).
Angka ini sangat jauh dari break-even point yang dipatok antara $300 juta hingga $350 juta (sekitar Rp5 triliun hingga Rp6,2 triliun) agar studio bisa balik modal.
Meskipun secara finansial Digger mengecewakan, Tom Cruise yang memerankan tokoh konglomerat minyak Digger Rockwell mengaku tidak terlalu ambil pusing.
Dalam wawancaranya di Film With Kevin McCarthy podcast, sang aktor menyampaikan bahwa sebuah film melampaui waktu dan ia selalu berharap bisa membuat karya yang bertahan lama tanpa pernah memikirkan performa di akhir pekan pembukaan.
Sutradara Guillermo del Toro juga memberikan pujian lewat akun X. Dia menyebut film ini sebagai sebuah karya yang berani, tegas, dan kompleks secara sinematik.
Pujian ini datang setelah dia membaca sebuah ulasan dari salah satu media yang mengkritik keras Digger. Menurut Del Toro, Digger memiliki skala, ambisi, dan kekuatan visual yang layak dinikmati di layar lebar.
Baca juga: Mimpi Samuel L Jackson: Ketemu Stan Lee |
"Suka atau tidak. Dan ya, saya suka. Film ini berhasil dalam skala, ambisi, dan jangkauan di layar bioskop. Berani, tegas, dan kompleks secara sinematik. Jelas merupakan pengalaman menonton di bioskop," tulisnya.
Meski begitu, kegagalan Digger ini tetap menjadi pukulan telak yang menambah jajaran tantangan finansial bagi Warner Bros. pada tahun 2026.
Simak Video "Video Pose Penuh Aksi Tom Cruise di Premiere 'Mission Impossible' London"
(ass/tia)