Studio Parasite Bawa Pengabdi Setan 3 ke Pasar Global
Tak main-main, hak penjualan global untuk film ini resmi digaet oleh Barunson E&A, studio raksasa asal Korea Selatan yang pernah menggarap film pemenang Oscar, Parasite.
Barunson E&A siap memboyong proyek ini ke pasar film internasional di Toronto Film Festival (TIFF).
Berbeda dari dua film sebelumnya, Pengabdi Setan 3: Origin dikemas sebagai film prakuel (prequel) yang berdiri sendiri.
Film ini akan membongkar tuntas asal-usul sekte kegelapan dan perjanjian iblis yang selama ini menjadi misteri utama.
Joko Anwar menyebut proyek ini sebagai karya paling ambisius sepanjang karier menyutradarainya. Gak tanggung-tanggung, film yang diproduksi lintas dua benua ini bakal menggunakan tujuh bahasa sekaligus, yaitu bahasa Indonesia, Elsas (Alsatian), Portugis, Jawa, Belanda, Turki, dan Latin.
"Film ini adalah puncak dari apa yang selama ini saya bangun. Ini yang akhirnya menjawab dari mana kutukan itu berasal, kenapa nggak pernah berhenti, dan apa yang sebenarnya dicari," ujar Joko Anwar.
"Penggemar lama bakal dapat jawaban yang sudah ditunggu bertepuk tahun-tahun, sementara penonton baru bakal dapat pengalaman menonton yang luar biasa," lanjutnya.
Diproduksi oleh Rapi Films bersama Come and See Pictures, Sky Media, dan Legacy Pictures, Pengabdi Setan 3: Origin saat ini sudah memasuki tahap pra-produksi. Jika tak ada arah melintang, film ini dijadwalkan menyapa bioskop Tanah Air pada 2027.
Kerja sama ini sekaligus memperpanjang kemitraan sukses antara Joko Anwar dan Barunson E&A. Sebelumnya, kolaborasi mereka lewat film komedi-horor Ghost in the Cell sukses menggaet lebih dari 3,3 juta penonton di Indonesia serta laris manis terjual ke 150 wilayah di seluruh dunia.
CEO Barunson E&A, Choi Yoonhee, mengaku sangat antusias kembali bekerja sama dengan sutradara asal Indonesia tersebut.
"Setiap kali bekerja sama dengan Joko Anwar, skalanya selalu makin besar dan ambisinya makin tajam. Film ini membuktikan bahwa sineas Indonesia saat ini sedang menyampaikan cerita genre paling berani di dunia," ungkap Choi Yoonhee.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
