Mengeluarkan anggaran ratusan juta dolar ternyata gak menjamin sebuah film bakal sukses di pasaran nih. Ekspektasi tinggi, cerita yang kurang menggigit, hingga persaingan ketat sering kali membuat project megah bernilai triliunan rupiah berakhir dengan kerugian besar.
So, ini deretan film dengan anggaran produksi fantastis tapi mengalami kegagalan tragis di box office. Ada yang pernah kamu tonton?
1. John Carter (2012)
Anggaran Produksi: ~250 juta USD (sekitar Rp 3,9 triliun)
Pendapatan Global: ~284 juta USD
Estimasi Kerugian: ~200 juta USD (sekitar Rp 3,1 triliun)
Diproduksi oleh Walt Disney Pictures dan diadaptasi dari novel klasik karya Edgar Rice Burroughs, John Carter diproyeksikan menjadi waralaba sci-fi besar berikutnya. Namun, biaya produksi yang membengkak serta kampanye pemasaran yang membingungkan membuat film ini sepi penonton.
Akibat kegagalan finansial yang masif ini, pimpinan Walt Disney Studios saat itu, Rich Ross, bahkan mengundurkan diri dari jabatannya.
2. The Lone Ranger (2013)
Anggaran Produksi: ~225-250 juta USD (sekitar Rp 3,5 - 3,9 triliun)
Pendapatan Global: ~260 juta USD
Estimasi Kerugian: ~160-190 juta USD (sekitar Rp 2,5 - 2,9 triliun)
Menggabungkan kembali tim sukses di balik franchise Pirates of the Caribbean, sutradara Gore Verbinski, produser Jerry Bruckheimer, dan aktor Johnny Depp, Disney berharap The Lone Ranger menjadi hit besar.
Sayangnya, produksi yang sempat tertunda karena pembengkakan anggaran tak terbayar di bioskop. Ulasan kritikus yang cenderung negatif dan durasi film yang dinilai terlalu panjang membuat penonton enggan datang ke bioskop.
3. Strange World (2022)
Anggaran Produksi: ~180 juta USD (sekitar Rp 2,8 triliun)
Pendapatan Global: ~73,6 juta USD
Estimasi Kerugian: ~100-140 juta USD (sekitar Rp 1,5 - 2,1 triliun)
Film animasi dari Walt Disney Animation Studios ini membawa konsep petualangan fiksi ilmiah klasik yang unik. Namun, minimnya promosi dari pihak studio dan persaingan ketat di musim liburan membuat film ini tenggelam begitu saja. Hasilnya, Strange World tercatat sebagai salah satu kerugian animasi terbesar sepanjang sejarah Disney modern.
4. Mars Needs Moms (2011)
Anggaran Produksi: ~150 juta USD (sekitar Rp 2,3 triliun)
Pendapatan Global: ~39 juta USD
Estimasi Kerugian: ~100-110 juta USD (sekitar Rp 1,5 - 1,7 triliun)
Film animasi garapan ImageMovers Digital ini menggunakan teknologi motion-capture berbiaya sangat mahal. Sayangnya, gaya visual karakter animasinya dinilai aneh dan menimbulkan efek uncanny valley bagi sebagian besar penonton.
Dengan pendapatan yang tak sampai seperempat dari biaya produksinya, film ini langsung menghentikan operasional studio animasi tersebut.
5. Jack the Giant Slayer (2013)
Anggaran Produksi: ~195-200 juta USD (sekitar Rp 3 triliun)
Pendapatan Global: ~197 juta USD
Estimasi Kerugian: ~100-103 juta USD (sekitar Rp 1,5 triliun)
Disutradarai oleh Bryan Singer, adaptasi dongeng klasik Jack and the Beanstalk ini membutuhkan biaya visual efek yang sangat besar untuk menghidupkan ras raksasa.
Mengingat sebuah film harus meraup sekitar dua kali lipat dari anggaran produksi untuk mencapai titik impas (break-even point setelah memperhitungkan biaya promosi dan bagi hasil bioskop), pendapatan global film ini dinilai gagal total dan membuat Warner Bros mengalami kerugian besar.
Simak Video "Video Top 5: Dolly Parton-Yayoi Kusama Meninggal hingga Revaldo Narkoba Lagi"
(ass/pig)