5 Film Ikonik 2000-an Tapi Gagal

Asep Syaifullah
|
detikPop
The Island (2005)
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Dekade 2000-an merupakan masa yang krusial dan dipenuhi pencapaian besar bagi industri film. Pada 2002, industri bioskop mencetak rekor berkat kesuksesan Spider-Man, sementara tahun 2009 menghadirkan Avatar yang sukses menggeser Titanic sebagai film terlaris.

Namun, di balik periode yang gemilang tersebut, terdapat sejumlah film yang gagal total secara finansial (nge-bomb).

Bukan sekadar rugi, lima film gagal dari era 2000-an ini memberikan dampak sistemik dan mengubah peta serta arah kebijakan industri Hollywood hingga saat ini.

1. Treasure Planet (2002)

Treasure Planet (2002)Treasure Planet (2002) Foto: Dok. Ist

Anggaran: USD 140 juta
Pendapatan Global: USD 91,8 juta

Film animasi fiksi ilmiah ini merupakan proyek impian dari sutradara Ron Clements dan John Musker yang digarap selama bertahun-tahun. Meski kini dianggap sebagai salah satu karya animasi klasik yang patut diapresiasi, Treasure Planet menjadi salah satu kegagalan finansial terbesar Walt Disney Animation Studios.

Kegagalan film ini membuat Disney dan studio besar lainnya kehilangan kepercayaan terhadap potensi finansial animasi 2D. Kegagalan ini mempercepat transisi industri menuju animasi 3D/CGI penuh, sekaligus menghentikan keberanian studio dalam membuat film animasi keluarga bertema aksi petualangan yang bernuansa lebih kompleks.

2. Final Fantasy: The Spirits Within (2001)

Final Fantasy: The Spirits Within (2001)Final Fantasy: The Spirits Within (2001) Foto: Dok. Ist

Anggaran: USD 137 juta
Pendapatan Global: USD 85,1 juta

Mengusung teknologi animasi CGI photorealistic dan membawa nama besar waralaba gim Final Fantasy, film ini diharapkan bisa menjadi terobosan baru. Namun, alih-alih sukses, hasil box office-nya justru berujung bencana.

Hasil yang mengecewakan membuat studio Hollywood enggan memproduksi film animasi berating PG-13 untuk tayang di bioskop selama bertahun-tahun (sebelum hadirnya The Simpsons Movie).

Rencana ambisius studio untuk menjadikan karakter utamanya, Aki Ross, sebagai "aktor digital" pertama yang bisa dibintangkan di berbagai film lain yang berbeda waralaba akhirnya dibatalkan sepenuhnya.

3. The Love Guru (2008)

Mike Myers di The Love Guru (2008).Mike Myers di The Love Guru (2008). Foto: Dok. Ist

Anggaran: USD 62 juta
Pendapatan Global: USD 40,1 juta

Sebelum 2008, alumni Saturday Night Live, Mike Myers adalah salah satu bintang komedi terbesar di Hollywood berkat kesuksesan waralaba Austin Powers dan Shrek.

Namun, The Love Guru tidak hanya menjadi kegagalan finansial yang parah, tetapi juga menghancurkan kariernya sebagai pemeran utama.

Film ini menandai berakhirnya era komedi yang mengandalkan karakter konyol dan eksentrik bergaya Austin Powers. Penonton mulai beralih ke komedi yang lebih realistis dan berbiaya lebih murah seperti karya-karya Judd Apatow (Knocked Up, Superbad, Bridesmaids).

4. The Island (2005)

The Island (2005)The Island (2005) Foto: Dok. Ist

Anggaran: USD 126 juta
Pendapatan Global: USD 162,9 juta

Disutradarai oleh Michael Bay, film sci-fi aksi ini menjadi salah satu pemicu hancurnya independensi DreamWorks Pictures. Dalam pembagian hak edar, DreamWorks memegang pasar domestik yang justru hancur lebur, sementara Warner Bros. memegang pasar internasional.

Hanya lima bulan setelah kegagalan The Island, DreamWorks yang terdesak masalah keuangan akhirnya dijual kepada Paramount Pictures. Peristiwa ini mengurangi jumlah studio independen besar di Hollywood, yang pada akhirnya mempersempit pilihan dan ruang gerak bagi para pembuat film di masa itu.

5. Battlefield Earth (2000)

Battlefield Earth (2000)Battlefield Earth (2000) Foto: Dok. Ist

Anggaran: USD 80 juta
Pendapatan Global: USD 29,7 juta

Diadaptasi dari novel fiksi ilmiah karya L. Ron Hubbard dan diinisiasi oleh John Travolta, Battlefield Earth tidak hanya gagal secara finansial, tetapi juga diakui secara luas sebagai salah satu film terburuk yang pernah dibuat.

Kegagalan ini menghancurkan daya tarik dan popularitas John Travolta sebagai bintang utama di box office. Film ini menjadi awal dari tren sulitnya menjual film-film sci-fi orisinal (di luar waralaba besar seperti Star Wars atau karya James Cameron) kepada penonton abad ke-21.

Pola kegagalan ini kemudian berlanjut pada film-film seperti The Adventures of Pluto Nash, Sky Captain and the World of Tomorrow, hingga John Carter.

(ass/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO