Kata Rudi Soedjarwo Soal Dan Bandung Memiliki Nuansa AADC

Febryantino Nur Pratama
|
detikPop
Dan Bandung (2026).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Sutradara Rudi Soedjarwo angkat bicara soal film Dan Bandung yang dinilai memiliki sejumlah nuansa mengingatkan pada film garapan sebelumnya Ada Apa Dengan Cinta? (AADC). Rudi menegaskan, kemiripan tersebut bukan berarti dirinya sengaja meniru film yang juga pernah digarapnya.

Menurutnya, Dan Bandung justru lahir dari proses panjang mengolah cerita novel karya Pidi Baiq dengan berbagai referensi film cinta yang pernah ia tonton.

Rudi menjelaskan dirinya memiliki ruang kreatif yang cukup luas ketika mengadaptasi cerita karya Pidi Baiq. Sebab, novel tersebut sudah memiliki fondasi cerita yang lengkap, mulai dari karakter, peristiwa hingga akhir cerita.

"Enaknya tuh ketika udah ada novel dari Pidi Baiq dan cerita dari Pidi Baiq, saya sebenarnya udah dikasih ruang gerak. Di situ udah ada ending-nya, udah ada cerita mereka, udah ada karakter mereka masing-masing, peristiwa-peristiwanya lengkap juga ada," ujar Rudi Soedjarwo di gala premier Dan Bandung di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (12/8/2026) malam.

Namun, tantangannya adalah bagaimana merangkum cerita tersebut ke dalam durasi film yang terbatas.

"Tapi kan dalam dua jam tuh kita harus memilih bagaimana cara menceritakan ke penonton yang paling tepat sasaran dalam waktu dua jam itu," lanjutnya.

Salah satu hal yang disorot dari Dan Bandung adalah adegan karakter yang berlari. Adegan tersebut dianggap mengingatkan pada sejumlah film romantis Indonesia.

Rudi mengaku adegan lari memang menjadi salah satu elemen yang kerap ia sukai dalam film-filmnya. Ia menilai gerakan sederhana tersebut bisa menjadi cara efektif untuk menyampaikan emosi karakter.

Menurut Rudi, adegan lari bukan sekadar gerakan fisik. Ada emosi yang bisa disampaikan melalui cara karakter berlari, terutama ketika kamera mengikuti pergerakan pemain.

"Lari itu salah satu action kita yang paling mudah menunjukkan emosi sebenarnya," katanya.

Perkembangan teknologi kamera saat ini juga membuat Rudi lebih leluasa mengambil gambar adegan tersebut.

"Teknologinya juga memungkinkan saat ini sehingga nggak seribet zaman dulu. Yang ini saya akan dengan mudah menggunakan kamera yang ada terus akhirnya ngikutin mereka, tinggal seberapa kuat mereka bisa lari," jelasnya.

Rudi kemudian mengungkapkan hal yang lebih personal mengenai referensi yang digunakan saat menggarap Dan Bandung.Ia merasa film tersebut seperti menjadi rangkuman dari berbagai film cinta yang pernah ditontonnya sejak kecil.

Pengalaman tersebut berbeda dengan ketika ia menggarap Ada Apa Dengan Cinta?. Menurut Rudi, saat membuat AADC, dirinya masih dalam tahap belajar sebagai pembuat film.

"Berbeda sama waktu saya bikin Ada Apa Dengan Cinta?. Itu kan film pertama yang saya masih banyak kegagapan sebenarnya," tuturnya.

Meski begitu, Rudi menekankan referensi tersebut bukan berarti membuat Dan Bandung menjadi tiruan film-film sebelumnya. Baginya, seluruh referensi itu hanya menjadi bekal dalam menciptakan pendekatan baru terhadap cerita.

Selain referensi film, pengalaman hidup para pemain juga menjadi bagian penting dalam proses penyutradaraan Rudi. Ia percaya aktor yang pernah mengalami kesedihan, kehilangan atau persoalan tertentu akan lebih mudah masuk ke dalam emosi karakter, seperti yang ia percayakan kepada Samo Rafael.

"Dan memang harus diakui bahwa ketika pemain ini pernah mengalami atau merasakan hal itu, akan lebih mudah mereka masuk ke situ," jelasnya.

Dan Bandung mengisahkan dinamika hubungan Basil dan Elma yang berhadapan dengan perasaan, persoalan keluarga, serta keadaan yang membuat perjalanan cinta mereka tidak berjalan sederhana. Kisah cinta keduanya dibalut nuansa melankolis dengan latar Kota Bandung. Pertemuan, kedekatan, kecanggungan hingga kemungkinan perpisahan menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

Film ini disutradarai Rudi Soedjarwo dan ditulis berdasarkan cerita karya Pidi Baiq. Dan Bandung dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026.

Selain Samo Rafael sebagai Basil dan Shanna Shannon sebagai Elma, film ini juga dibintangi Keisya Levronka, Theo Supple, Razan Zu, Paul Aro, Donny Damara, Tike Priatnakusumah, Jenny Zhang, Arswendy Bening Swara, De Boer William, Silvester Rangga, dan Ade Habibie.

(fbr/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO