Dwayne Johnson Tanggapi Kritik Pedas Terhadap Film Live-Action Moana
Tren yang telah dimulai sejak era 1990-an ini mencatatkan titik terendah baru melalui film Moana versi live-action yang dirilis 2026.
Meskipun Disney pernah meraih kesuksesan besar melalui The Jungle Book (2016) yang meraup 966,6 juta dolar AS, serta keberhasilan Beauty and the Beast, Aladdin, dan The Lion King, performanya terus menurun pasca pandemi.
Film Snow White hanya mampu menghasilkan 205,7 juta dolar AS, sementara Moana sejauh ini baru mengantongi pendapatan global sebesar 265 juta dolar AS.
Selain pendapatan yang rendah, Moana juga menerima ulasan negatif dari para kritikus dengan skor 31 persen di situs Rotten Tomatoes. Dwayne Johnson, yang kembali memerankan karakter Maui, memberikan tanggapan mengenai penerimaan buruk tersebut dalam wawancara bersama PEOPLE.
"Dua ulasan pertama kami keluar dan saya tidak akan pernah melupakannya. Hasilnya luar biasa. Saya merasa, 'Wah'," kata Dwayne Johnson.
Ia mengakui setelah ulasan awal yang positif, situasi berubah ke arah yang berbeda. Namun, baginya, keberadaan film ini memiliki arti yang lebih besar dalam perspektif jangka panjang, terutama mengenai representasi budaya Polinesia di layar lebar.
"Karena saya dan anak-anak kami sekarang bisa melihat ke layar lebar dan berkata, 'Itu kita untuk pertama kalinya di layar lebar. Itu kita di sana. Betapa kerennya hal itu?'"ucap Dwayne Johnson.
Kritik utama terhadap film ini berfokus pada ketergantungan yang terlalu tinggi pada teknologi CGI. Karena film aslinya merupakan animasi komputer, banyak penonton merasa visual versi aksi nyata ini tidak memiliki perbedaan signifikan dengan versi animasi, sehingga proyek tersebut dinilai tidak perlu dilakukan.
Pihak eksekutif Disney turut memberikan pernyataan terkait lesunya pendapatan box office film ini. CEO Disney, Josh D'Amaro, menekankan investasi pada IP seperti Moana tetap memberikan dampak positif bagi sektor perusahaan lainnya meskipun tidak memenuhi ekspektasi di bioskop.
"Bahkan ketika film waralaba kami tidak memenuhi ekspektasi box office, seperti halnya The Mandalorian and Grogu dan live-action Moana, investasi kami pada properti inti ini mendongkrak bagian lain dari perusahaan kami," beber Josh D'Amaro.
Josh D'Amaro menambahkan versi live-action Moana diprediksi akan menjadi judul yang kuat di layanan Disney+. Hal ini merujuk pada keberhasilan film animasinya yang menjadi salah satu konten yang paling banyak diputar di platform tersebut.
Ke depannya, Disney tetap melanjutkan rencana adaptasi aksi nyata lainnya, termasuk proyek film Tangled. Studio ini juga tengah mempersiapkan sekuel untuk versi live-action Lilo & Stitch, yang sebelumnya berhasil mencatatkan pendapatan global lebih dari satu miliar dolar AS.
