Sinopsis:
Indahnya sinema adalah betapa banyaknya pilihan yang bisa kita pilih. Ada film yang didesain untuk membuatmu terpukau. Ada film yang memang sengaja membuat penontonnya berpikir di kursi bioskop.
Ada film yang dipersembahkan untuk membuat penontonnya kontemplasi. Lalu ada film yang dibuat untuk membuat otak penonton beristirahat.
Jenis film terakhir sama sekali tidak membutuhkan konsentrasi ekstra. Jenis film terakhir bisa kamu saksikan sekarang di bioskop dengan judul Deep Water.
Disutradarai oleh Renny Harlin yang dulu pernah menjadi salah satu nama yang sangat terkenal, film ini menceritakan tentang nasib buruk para penumpang pesawat yang sedang menuju Shanghai.
Sebuah ledakan menyebabkan pesawat mereka kecelakaan. Seakan nasib menertawakan para penumpang yang selamat, mereka semua harus menghadapi musuh baru ketika mereka terombang-ambing di atas bangkai serpihan pesawat: hiu-hiu kelaparan yang siap memangsa mereka. Hidup tidak pernah seberbahaya ini.
Review:
Banyak orang mungkin akan memandang sebelah mata film-film seperti Deep Water-yang masuk kategori film kelas B. Film-film ini memang tidak menawarkan sesuatu yang mind-blowing seperti misalnya film-film Christopher Nolan.
Film-film ini mungkin juga tidak memberikan kejutan yang luar biasa. Tapi jika dilakukan dengan benar, film-film seperti Deep Water justru akan lebih membekas dibandingkan film-film "kelas A".
Berita buruknya, Deep Water memang dipenuhi dengan berbagai klise yang siapa pun bisa tebak-terutama jika kamu sering menyaksikan film yang serupa. Karakter utamanya misalnya, Ben (Aaron Eckhart), digambarkan memiliki trauma yang tidak mau ia jelaskan (anaknya sakit) dan setelah melawan semua hiu, ia akhirnya mau kembali pulang ke rumah.
Ben Kingsley adalah kapten bernama Rich yang terlihat menyebalkan (karena suaranya jelek tapi dia ngotot berkaraoke) tapi ternyata peduli dengan seksama. Ada remaja yang saling jatuh cinta dan juga bermusuhan, anak-anak kecil panikan, ibu yang mau ketemu anaknya.
Dan tentu saja orang paling menyebalkan sedunia yang akan membuatmu berteriak penuh kesenangan ketika ia akhirnya dilahap oleh si hiu.
Berita baiknya adalah Renny Harlin tetap bisa dihandalkan. Bagaimana pun juga ia pernah membuat salah satu film hiu yang berhasil membuat saya ketakutan-alias Deep Blue Sea.
Meskipun Deep Water belum berhasil menandingi Deep Blue Sea dalam mengatur tensi dan suspense, tapi setidaknya film ini jauh lebih percaya diri dari banyak film kelas B lainnya. Harlin dengan cerdik memisahkan para penumpang yang selamat ke dalam beberapa bagian yang berbeda sehingga rasanya seperti melihat petualangan-petualangan kecil yang seru.
Yang membuat Deep Water begitu seru disaksikan di bioskop adalah ketika Harlin mempersembahkan bagaimana sekuens pesawat kecelakaan terjadi.
Setelah mengenalkan karakter-karakternya, Harlin dengan beringas menampilkan adegan-adegan yang mungkin akan membuat penontonnya agak sedikit trauma dengan pesawat. Sekuens ini bahkan jauh lebih serius dari film pertama Final Destination.
Dengan tata suara yang menggelegar, rasanya seperti benar ada di dalam pesawat yang bernasib apes. Dan para penumpang ini tidak bisa dibilang beruntung karena begitu mereka terbangun di lautan, hiu-hiu ganas menanti mereka.
Deep Water dapat disaksikan di seluruh jaringan bioskop di Indonesia
Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.
Simak Video "Video: Sinopsis 'Good Boy', Film Horor dari POV Seekor Anjing"
(ass/ass)