Mengenal Intan Kieflie, Eks Aktor yang Kini Sukses Di Balik Layar

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Intan Kieflie, sineas perempuan, memulai film dengan pertanyaan strategis. Karyanya, Ritual Gaib, sukses dipasarkan di 38 negara. Temukan visinya!
Foto: Dokumentasi
Jakarta - Bagi kebanyakan filmmaker, bikin film mungkin dimulai saat menentukan jalan cerita. Tapi beda ceritanya sama Intan Kieflie.

Sineas perempuan yang satu ini punya cara pandang unik. Yup, dia selalu memulainya dengan pertanyaan apakah cerita tersebut emang layak dibuat, siapa penontonnya, dan gimana caranya karya itu bisa laris di pasar global.

Langkah strategis ini membawa perjalanan karier Intan jadi super komplet. Pernah eksis di depan kamera sebagai aktor, kini Intan makin lihai bertindak sebagai creative developer, produser, hingga distributor internasional lewat dua bendera miliknya, Kraken Entertainment (Australia) dan Anak Negeri Films (Indonesia). Gokil banget kan?

Gak cuma teori, pendekatan dingin Intan terbukti ampuh lewat project terbarunya, film Ritual Gaib. Karya itu dipasarkan secara internasional dengan judul The Black Ritual, hasil garapan Intan bersama filmmaker Australia, Stuart Simpson yang juga akhirnya resmi mengamankan distribusi di 38 negara!

Angka ini jadi bukti nyata bahwa cerita yang kental dengan budaya Indonesia tetap bisa dikemas secara global tanpa perlu kehilangan identitas resminya.

Kalau mundur sedikit, nama Intan Kieflie sebenarnya sudah gak asing di depan layar. Ia sempat membintangi film ikonis 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, hingga film Australia seperti Petrol (2020) dan Sleeping Beauties (2023).

Namun, rasa ingin tahunya terhadap proses before-after syuting justru bikin Intan memilih 'mengambil jarak' dari dunia akting demi melihat proyek film secara lebih objektif.

"Saya selalu ingin melihat sebuah proyek sebelum kamera menyala. Kalau kita baru memikirkan audience dan market setelah film selesai, kita sudah terlambat," ungkap Intan Kieflie dalam keterangan persnya, Kamis (17/9/2026).

Pengalamannya berakting memberikan pemahaman mendalam soal karakter dan situasi set. Sementara perannya di balik layar memberi sudut pandang luas soal strategi bisnis, penentuan audiens, hingga jalur distribusi.

Bagi lulusan Master of Arts Screen Business di Australian Film, Television and Radio School (AFTRS) ini, creative development dan business development adalah dua hal yang wajib berjalan berdampingan. Cerita yang bagus secara artistik harus punya pasar yang jelas, begitu juga sebaliknya.

Lewat kombinasi visi kreatif dan naluri bisnis yang tajam, Intan Kieflie berhasil membuktikan bahwa film Indonesia punya potensi raksasa buat terus bersaing di kancah internasional. Keren banget, kan?



(pig/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO