×
Ad

Storyboard Batman Karya Tim Burton Dilelang

Asep Syaifullah - detikPop
Senin, 13 Jul 2026 08:00 WIB
Foto: Dok. Warner Bros
Jakarta -

Sebuah lembaran sejarah perfilman pahlawan super baru saja terangkat ke permukaan. Sebuah storyboard orisinal yang dibuat untuk film ikonis Batman (1989) garapan Tim Burton kini tengah dilelang melalui Heritage Auctions.

Menariknya, karya seni ini mengungkap versi alternatif film yang awalnya menyertakan sang sidekick setia Sang Ksatria Kegelapan, yaitu Robin.

Sebelum sutradara Tim Burton mengubah Batman menjadi sebuah mahakarya bernuansa gothic yang merevolusi standar film pahlawan super, Warner Bros. sebenarnya bersikeras memasukkan karakter Robin (Dick Grayson) ke dalam cerita.

Bahkan dalam tahap awal pengembangan, pihak studio secara aktif mencari aktor untuk peran tersebut, di mana nama-nama besar seperti Michael J. Fox hingga Eddie Murphy sempat masuk dalam radar pertimbangan.

Meskipun Tim Burton menolak keras ide kehadiran Robin, pihak studio tetap lanjut mengembangkan konsep tersebut untuk sementara waktu. Alhasil, papan cerita (storyboard) pun sempat dipesan, dan salah satu hasilnya kini bisa dilihat oleh publik.

Story board film Batman. Foto: Dok. Ist

Dibuat oleh David Russell Group, storyboard tersebut menggambarkan sebuah adegan penuh aksi di mana Robin bertarung melawan Joker saat Batman terjebak.

Adegan ini menyajikan dinamika yang sangat berbeda dari hasil akhir film yang kita ketahui sekarang, memperlihatkan versi Batman yang jauh lebih condong pada elemen mitologi komik yang luas.

Dalam draf awal naskah karya Sam Hamm, Dick Grayson memiliki porsi peran yang cukup besar. Diceritakan bahwa Joker adalah sosok di balik kecelakaan tragis yang menewaskan keluarga sirkus "The Flying Graysons", sebuah peristiwa yang akhirnya memicu Dick menjadi Robin.

Namun, Burton dan Hamm akhirnya sepakat bahwa cerita tersebut akan terlalu padat jika harus menampung begitu banyak karakter dan subplot balas dendam.

Keputusan untuk menghapus Robin sepenuhnya dari film pertama terbukti tepat, karena membuat fokus cerita berpusat kuat pada rivalitas personal antara Batman dan Joker.

Pertarungan kreatif mengenai kehadiran Robin tidak berhenti di film pertama. Ketika Burton menyutradarai sekuelnya, Batman Returns (1992), Warner Bros. kembali mendesak agar Robin dimunculkan demi mendongkrak penjualan mainan.

Studio bahkan sempat merekrut Marlon Wayans untuk peran tersebut-yang berpotensi menjadikannya pahlawan super kulit hitam pertama di film layar lebar DC.

Namun, peran Wayans saat itu direncanakan bukan sebagai Robin dengan kostum lengkap, melainkan hanya sebagai kameo kecil sebagai montir Batman. Karakter tersebut lagi-lagi dihapus dari naskah akhir. Sejarah pada akhirnya membuktikan bahwa insting Tim Burton benar.

Meskipun Robin adalah salah satu karakter paling krusial dalam semesta komik Batman, para sutradara modern seperti Christopher Nolan (The Dark Knight Trilogy) hingga Matt Reeves (The Batman) membuktikan bahwa kisah sinematik Sang Manusia Kelelawar bisa berdiri dengan sangat kokoh tanpa kehadiran Robin di fase-fase awal kariernya sebagai pembasmi kejahatan



Simak Video "Video Top 5: Perhiasan Sandra Dewi Dilelang hingga BTS Bakal Konser di GBK"

(ass/nu2)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork