9 Cast Superhero yang Awalnya Gak Dipercaya
Penggemar bereaksi positif terhadap berita pemilihan pemeran, lalu bisa berubah pikiran, dan mencoba menulis ulang sejarah serta berpura-pura bahwa mereka tidak antusias sama sekali. Contoh terbaik adalah Bryan Cranston yang mengkritik orang-orang yang ingin dia memerankan Lex Luthor hanya karena dia memerankan pria botak jahat di Breaking Bad.
Berikut 9 aktor yang main di film superhero dan awalnya gak dipercaya:
1. Colin Farrell (The Penguin di The Batman)
Cuplikan adegan dalam serial The Penguin. Foto: Dok. Max |
Saat pertama kali diumumkan bahwa Colin Farrell akan memerankan Oswald Cobblepot alias The Penguin, reaksi publik langsung skeptis. Fans merasa Farrell terlalu "tampan" untuk peran penjahat yang ikonik dengan fisik yang terdistorsi dan aneh.
Banyak yang takut karakternya akan dibuat terlalu keren atau "hot" sehingga kehilangan esensi asli. Namun, melalui teknik makeup prostetik yang sangat revolusioner dan akting yang menjiwai, Farrell muncul sebagai sosok yang tak dikenali.
Baca juga: 10 Film Terbaik dalam 3 Tahun Belakangan |
Ia memberikan kedalaman karakter yang luar biasa, membuat The Penguin bukan sekadar penjahat kartun, melainkan sosok mafia yang kompleks dan menakutkan.
2. Joseph Quinn (The Human Torch di The Fantastic Four: First Steps)
The Fantastic Four Foto: dok Marvel Cinematic Universe |
Sebagai aktor yang baru saja naik daun lewat Stranger Things, terpilihnya Quinn sebagai Johnny Storm memicu perdebatan panjang.
Banyak penggemar sudah memiliki "daftar impian" aktor seperti Joe Keery atau Dacre Montgomery yang dirasa lebih pas. Ada beban besar karena karakter ini sebelumnya dimainkan oleh Chris Evans dan Michael B. Jordan.
Namun, keraguan itu langsung sirna saat cuplikan perdana The Fantastic Four: First Steps muncul. Quinn menunjukkan kharisma dan energi "anak muda yang sombong tapi berhati emas" dengan sangat pas, membuktikan ia adalah pilihan yang segar.
3. Anne Hathaway (Catwoman di The Dark Knight Rises)
Catwoman Foto: imdb. |
Selina Kyle adalah peran legendaris yang sulit ditaklukkan. Ketika Hathaway diumumkan sebagai Catwoman, fans langsung teringat pada peran-perannya di film keluarga seperti The Princess Diaries.
Fans merasa ia "terlalu manis" dan tidak akan mampu menangkap sisi kelam dan licik Catwoman. Tapi, Hathaway mematahkan semua praduga. Ia memberikan performa yang anggun namun mematikan, serta memiliki chemistry yang kuat dengan Christian Bale.
Penampilannya dianggap sebagai salah satu elemen paling memuaskan di seri penutup trilogi Batman Christopher Nolan tersebut.
4. Mark Ruffalo (Hulk di The Avengers)
Marvel Studios' THOR: RAGNAROK..Hulk (Mark Ruffalo)..Ph: Teaser Film Frame..Β©Marvel Studios 2017 Foto: Marvel Studios 2017 |
Penggantian Edward Norton dengan Mark Ruffalo di The Avengers (2012) disambut dengan cemoohan di ajang Comic-Con. Fans saat itu merasa Norton adalah sosok Bruce Banner yang sempurna.
Selain itu, fisik Ruffalo yang dianggap "tidak kutu buku" dibandingkan versi komik membuat fans meragukannya. Namun, Joss Whedon memiliki visi berbeda: ia ingin Banner yang terlihat lebih manusiawi dan memiliki sisi melankolis.
Ruffalo berhasil memberikan sentuhan everyman yang sangat disukai audiens, membuat Hulk menjadi karakter yang jauh lebih manusiawi di mata penonton.
5. Chris Evans (Captain America di The First Avenger)
Chris Evans sebagai Captain America Foto: Istimewa |
Sebelum MCU sebesar sekarang, pemilihan Chris Evans adalah keputusan yang sangat berisiko. Fans merasa dia tidak cocok karena dia sudah dikenal sebagai Human Torch di film Fantastic Four sebelumnya.
Banyak yang menganggap dia hanya cocok jadi aktor komedi atau pemeran pendukung. Namun, Evans justru memberikan jiwa yang sangat kuat pada sosok Steve Rogers.
Ia berhasil menampilkan wibawa, moralitas, dan keteguhan hati yang menjadikannya jantung dari MCU hingga hari ini.
6. Robert Pattinson (Batman di The Batman)
The Batman Foto: dok The Batman |
"Edward Cullen jadi Batman?"-itulah kalimat yang mendominasi media sosial saat namanya diumumkan. Bayang-bayang Twilight membuat banyak fans DC merasa geram.
Namun, Pattinson membuktikan dedikasinya dengan menjauh dari citra teen-idol. Ia memerankan Bruce Wayne yang lebih tertutup, berantakan, dan psikologis.
Lewat film The Batman tahun 2022, Pattinson tidak hanya diterima, tapi kini dianggap sebagai salah satu Batman terbaik yang pernah ada di layar lebar.
7. Hugh Jackman (Wolverine di X-Men)
Hugh Jackman sebagai Wolverine Foto: Daily Mail |
Saat terpilih pada tahun 2000, Jackman adalah aktor teater musikal dari Australia yang belum punya nama di dunia film laga Hollywood.
Fans sangat kecewa karena dia terlalu tinggi (6 kaki 2 inci) sementara Wolverine di komik seharusnya bertubuh pendek dan kasar. Namun, saat kamera mulai merekam, Jackman langsung "menghilang" di balik karakter Wolverine.
Ia memberikan kesan liar dan garang yang sangat pas. Sekarang, mustahil membayangkan Wolverine tanpa wajah Hugh Jackman.
8. Heath Ledger (Joker di The Dark Knight)
Heath Ledger. Foto: Dok. Instagram |
Ini adalah bentuk skeptisisme yang paling ekstrem. Ketika Ledger diumumkan sebagai Joker, banyak fans yang sangat marah karena menganggap aktor film Brokeback Mountain ini tidak akan mampu menyaingi Jack Nicholson.
Baca juga: Mulutmu Harimaumu Timothee Chalamet! |
Bahkan muncul ejekan kejam di internet saat itu. Hasilnya? Ledger memberikan penampilan yang tidak hanya luar biasa, tapi juga mengubah sejarah film superhero selamanya.
Ia bahkan memenangkan Oscar secara anumerta, menjadikannya standar emas bagi aktor mana pun yang memerankan Joker setelahnya.
9. Michael Keaton (Batman di Batman 1989)
Film Batman (1989) yang dibintangi oleh Michael Keaton. Foto: Dok. Warner Bros |
Di tahun 1980-an, Keaton adalah aktor yang dikenal lewat film-film komedi seperti Mr. Mom. Ketika dia diumumkan akan menjadi Batman, Warner Bros menerima ribuan surat protes dari fans yang merasa dia tidak akan terlihat tangguh.
Namun, di bawah arahan Tim Burton, Keaton membuktikan bahwa Bruce Wayne butuh kedalaman emosional dan sedikit kegilaan, bukan sekadar otot besar.
Sukses besar film tersebut membungkam semua kritik dan membuat Michael Keaton menjadi ikon Batman bagi jutaan orang.
(ass/tia)




















































