Fakta Film Tom Cruise: Dari 'Kutukan' Lari Terus-Penampilan Terbaik

Asep Syaifullah
|
detikPop
Tom Cruise
Foto: Dok. Ist
Jakarta -

Promosi film terbaru Tom Cruise, Digger, belakangan ini gencar merayakan warisan panjang sang aktor di dunia sinema.

Pesan yang ingin disampaikan jelas: seluruh perjalanan kariernya seolah bermuara pada film garapan Alejandro G. IΓ±Γ‘rritu tersebut.

Sebagai aktor, Cruise awalnya dikenal berkat bakat akting dramatisnya yang luar biasa. Namun, dalam satu dekade terakhir, ia justru terjebak dalam zona nyaman sebagai pahlawan aksi yang hobi menantang maut.

Meski menyajikan tontonan bioskop yang megah, Cruise dinilai belum memberikan performa akting yang benar-benar memukau sejak film American Made (2017).

Menyambut kembalinya Cruise ke akar drama lewat Digger, mari kita bedah 9 realitas pahit sekaligus menarik dari perjalanan karier sinematik Tom Cruise:

1. Tom Cruise Selalu Berlari di Setiap Filmnya

Mau mengejar penjahat, kabur dari ledakan, atau berpacu dengan waktu, Cruise hampir pasti akan berlari kencang. Kebiasaan ini sudah menjadi lelucon internal bagi para penggemarnya.

Memang, adegan berlari secara sinematik terlihat keren, tetapi terkadang atmosfer ketegangan sebenarnya bisa dibangun lewat keheningan atau lanskap yang indah, bukan melulu dengan aksi maraton.

2. Puncak Waralaba Mission: Impossible Sudah Lewat

Daya tarik utama Mission: Impossible bukanlah cerita atau semestanya, melainkan aksi gila Tom Cruise yang mempertaruhkan nyawa demi penonton. Sayangnya, formula "stunt yang lebih ekstrem dari film sebelumnya" mencapai puncaknya di Mission: Impossible - Fallout.

Setelah itu, sekuel-sekuel berikutnya terasa mengalami penurunan kualitas, terutama ketika mulai memperkenalkan musuh berwujud kecerdasan buatan (AI).

3. Akting Komedinya Justru yang Terbaik

Sangat disayangkan Cruise jarang bermain dalam film komedi, karena ia sebenarnya sangat lucu. Komitmennya saat memerankan karakter konyol seperti Les Grossman (Tropic Thunder) sama besarnya dengan saat ia bermain film drama.

Padahal, film lawasnya Risky Business sempat menjanjikan karier komedi yang cerah, namun Cruise memilih jalan lain sebagai bintang laga.

4. Salah Pilih Peran di Eyes Wide Shut

Eyes Wide Shut karya Stanley Kubrick adalah film yang menarik mengenai kompleksitas hubungan modern. Namun, Cruise dinilai kurang cocok memerankan karakter utama bernama Bill Harford.

Film-film Kubrick biasanya membutuhkan aktor dengan pembawaan dingin dan berjarak (seperti Jack Nicholson). Sementara itu, gaya akting Cruise terlalu tulus dan rentan, sehingga terasa kurang menyatu dengan atmosfer khas Kubrick.

5. Hanya Pernah Menjadi Penjahat Sekali Selama Kariernya

Dalam film Collateral karya Michael Mann, Cruise tampil memukau sebagai Vincent, seorang pembunuh bayaran berdarah dingin.

Performa antagonis ini mendapat banyak pujian kritis karena memperlihatkan sisi gelap Cruise yang belum pernah terlihat.

Sayangnya, setelah film tersebut, ia tidak pernah lagi mengambil peran sebagai penjahat.

6. Postur Tubuh yang Terlalu Pendek untuk Jack Reacher

Dalam novel karya Lee Child, karakter Jack Reacher digambarkan sebagai pria bertubuh kekar bak tank dengan tinggi sekitar 195 cm. Sementara itu, Cruise memiliki tinggi sekitar 170 cm.

Alhasil, ia terasa kurang pas memerankan Reacher dan membuatnya tampak seperti pahlawan aksi generik. Penggemar menilai Alan Ritchson dalam versi serial jauh lebih akurat merepresentasikan karakter tersebut.

7. Lebih Menawan Saat Memerankan Karakter Menyebalkan

Sebagai produser dan aktor utama film blockbuster (Top Gun, Mission: Impossible), Cruise sangat menjaga citra karakternya agar tetap disukai penonton global.

Padahal secara kualitas akting, Cruise jauh lebih memukau saat memerankan karakter yang egois atau menyebalkan-seperti penipu di Rain Man, pria misoginis di Magnolia, atau bos pemarah di Tropic Thunder.

Citranya sebagai "bintang pujaan" justru sering kali membatasi eksplorasi aktingnya.

8. Film Cocktail (1988) yang Hampir Tak Layak Tonton

Jika Anda melakukan maraton seluruh film Tom Cruise, Cocktail akan menjadi rintangan terberat.

Berada di antara film-film hebatnya pada era 80-an seperti Top Gun dan Rain Man, Cocktail dinilai sebagai salah satu film terburuk yang pernah ia bintangi karena plotnya yang dangkal dan terlalu memamerkan tren visual era 80-an yang norak.

9. Cruise Lebih Menarik sebagai Bintang Watak Ketimbang Aksi

Sama seperti Brad Pitt, Tom Cruise memiliki wajah seorang bintang utama, namun bakatnya justru bersinar terang saat memerankan karakter pendukung yang eksentrik dan mencuri perhatian (seperti Stacee Jaxx atau Frank T.J. Mackey).

Setelah satu dekade dipenuhi film aksi yang seragam, kembalinya Cruise lewat film drama Digger tahun ini diharapkan mampu membawa sang aktor kembali ke akar aktingnya yang sesungguhnya-bahkan mungkin mengantarkannya ke panggung Oscar.

Halaman 3 dari 2
(ass/pus)


Simak Video "Video Pose Penuh Aksi Tom Cruise di Premiere 'Mission Impossible' London"
[Gambas:Video 20detik]

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO