Produser Film Ini Diancam Bom dan Dipaksa Batalkan Penayangan
Penelepon tersebut menuntut agar penayangan film terbarunya, Kala Hiran, segera dibatalkan. Jika nekat dirilis, sang produser beserta seluruh bioskop yang menayangkannya diancam akan diledakkan.
Menurut laporan pihak kepolisian di Bhopal (via The India Times), ancaman tersebut diterima Jaiswal melalui panggilan telepon internasional.
Berdasarkan hasil pelacakan awal terhadap kode negara pada nomor yang masuk, panggilan tersebut memang terindikasi kuat berasal dari Pakistan.
Dalam rekaman pembicaraan yang diserahkan ke polisi, pelaku dengan tegas memperingatkan, "Jangan berani-berani merilis film ini. Jika Anda nekat menayangkannya, kami akan meledakkan Anda dan semua tempat film tersebut diputar."
Menanggapi ancaman ini, Jaiswal langsung mengajukan laporan resmi ke kantor polisi setempat untuk meminta perlindungan keamanan bagi dirinya, kru film, dan jaringan bioskop.
Pihak kepolisian Bhopal, kini tengah melakukan penyelidikan mendalam bersama tim siber untuk melacak identitas asli serta motif di balik aksi teror tersebut.
Mengenal Film 'Kala Hiran': Angkat Sisi Sensitif Kasus Terkenal
Ancaman bom ini diduga kuat berkaitan erat dengan premis yang diangkat oleh film tersebut. Berdasarkan informasi resmi dari tim produksi, berikut adalah detail mengenai film Kala Hiran:
Plot dan Latar Belakang: Film yang disutradarai oleh Bharat S. Shrinate ini mengangkat subjudul "The Battle for Legacy" (Pertempuran demi Warisan).
Ceritanya diadaptasi dari literatur otentik mengenai insiden nyata kasus perburuan liar antelop hitam (blackbuck atau kala hiran) yang terjadi di desa Kankani, Jodhpur pada 1998. Kasus kriminal legendaris ini melibatkan mega bintang Bollywood, Salman Khan.
Fokus Cerita: Berbeda dengan film kriminal biasa, Kala Hiran didedikasikan khusus untuk menghormati dewa Guru Jambheshwar Bhagwan dan Komunitas Bishnoi.
Komunitas Bishnoi adalah kelompok masyarakat adat di India yang sangat menyucikan alam dan dikenal sangat gigih-bahkan bertaruh nyawa-demi melindungi satwa liar di wilayah mereka. Film ini menyoroti perjuangan tanpa henti komunitas tersebut dalam menuntut keadilan hukum atas kematian hewan suci mereka.
Sentimen Sensitif: Isu perburuan blackbuck ini adalah salah satu topik paling sensitif di India. Selama bertahun-tahun, Salman Khan kerap menerima ancaman pembunuhan dari gangster nyata (seperti kelompok Lawrence Bishnoi) akibat insiden 1998 tersebut.
Kehadiran film ini diduga memicu ketegangan baru di kalangan tertentu karena dianggap membuka kembali luka lama dan mengangkat dinamika perseteruan antara budaya gangster modern dengan prinsip konservasi komunitas Bishnoi.
Meski tim produksi telah merilis penafian (disclaimer) bahwa beberapa elemen film telah didramatisasi demi kebutuhan hiburan dan tidak bermaksud menyudutkan individu tertentu, film thriller kriminal ini telanjur memancing reaksi ekstrem dari luar negeri bahkan sebelum resmi mendarat di bioskop.
(ass/tia)
