Iron Man Harusnya Mati Lebih Cepat!

Asep Syaifullah
|
detikPop
iron man
Foto: Twitter/Iron_Man
Jakarta - Kematian Tony Stark (Robert Downey Jr.) saat mengorbankan diri demi mengalahkan Thanos di Avengers: Endgame adalah salah satu momen paling menguras air mata dalam sejarah Marvel Cinematic Universe (MCU).

Namun, siapa sangka jika sutradara Joe Russo ternyata sempat berencana membunuh sang Iron Man di film yang berbeda?

Rencana Awal: Gugur di Infinity War

Dalam sebuah wawancara terbaru bersama CBR, Joe Russo mengonfirmasi rumor bahwa tim produksi sempat mempertimbangkan untuk mematikan Iron Man lebih cepat, tepatnya di film Avengers: Infinity War.

Alasan utamanya? Mereka ingin menaikkan tensi cerita secara ekstrem sekaligus menunjukkan kepada penonton betapa berbahayanya ancaman Thanos sejak awal.

"Di ruang kreatif, kami selalu mengeksplorasi segala sudut pandang. Prinsip kami adalah 'ide terbaik yang menang'. Kami mencoba menarik alur cerita sejauh mungkin untuk melihat potensinya," ujar Joe Russo.

"Sempat ada momen di mana kami berpikir, 'Penonton pasti tidak menduga ini. Ini bisa jadi momen terbaik untuk melakukannya (membunuh Iron Man)'. Namun, kami kemudian harus memutar otak bagaimana dia tetap bisa berpartisipasi di film berikutnya. Akhirnya kami memutuskan, 'Sudahlah, mari lakukan di film selanjutnya saja (Endgame)'," sambungnya.

Mendengar cerita tersebut, Robert Downey Jr. yang juga hadir dalam wawancara langsung menyahut sambil bercanda, "Kalau prinsip saya cuma satu: Jangan bunuh saya."

Keputusan menunda kematian Tony Stark dinilai sangat tepat. Tanpa harus membunuh Iron Man, Infinity War sebenarnya sudah cukup kelam dengan kematian karakter penting seperti Loki, Heimdall, Gamora, dan Vision, sebelum akhirnya separuh populasi semesta lenyap akibat jentikan jari Thanos.

Rencana kematian Iron Man di Endgame pun sebenarnya tidak berjalan mulus begitu saja. Jon Favreau, sutradara film Iron Man pertama sekaligus sosok yang memilih Robert Downey Jr. sejak awal, sempat merasa keberatan.

Sebagai 'ayah' dari lahirnya karakter itu, Favreau sangat protektif terhadap karakter Tony Stark.

Saat mengetahui naskah Endgame akan mengakhiri hidup Tony Stark, Favreau langsung menelepon Russo Brothers untuk memprotes keputusan tersebut.

"Saya menelepon Russo Brothers dan bilang, 'Saya tidak yakin orang-orang akan menyukainya. Ini akan berdampak sangat besar bagi penonton, karena ada anak-anak yang tumbuh besar bersama karakter ini'," ungkap Favreau saat hadir di acara Jimmy Kimmel Live.

Meski sempat ragu, Favreau akhirnya mengakui keputusannya salah dan Russo Brothers berhasil mengeksekusi momen tersebut dengan sangat indah.

Performa akting yang luar biasa dari Robert Downey Jr. dan Gwyneth Paltrow (Pepper Potts) berhasil memberikan beban emosional yang mendalam.

"Mereka melakukannya dengan sangat baik. Saya salah. Saya bahkan ikut menangis saat menontonnya! Meskipun ini hanya film, karakter-karakter ini sudah menjadi bagian dari hidup saya dalam waktu yang sangat lama," pungkas Favreau.


(ass/mau)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO