×
Ad

Obsession Cetak Rekor, Jadi Film Terlaris Focus Features

Asep Syaifullah - detikPop
Senin, 08 Jun 2026 12:01 WIB
Foto: Dok. Ist
Jakarta -

Industri perfilman global tengah diguncang oleh fenomena horor baru yang tidak terduga. Film independen berbiaya mikro, Obsession, garapan sutradara pendatang baru Curry Barker, resmi menembus angka pendapatan fantastis 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,6 triliun) di box office global.

Pencapaian luar biasa ini menobatkan Obsession sebagai film dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa bagi Focus Features, studio spesialis film seni dan independen milik Universal Pictures.

Di pasar domestik Amerika Utara sendiri, film ini telah mengantongi 151 juta USD atau Rp 2,7 triliun, sebuah angka yang belum pernah dicapai oleh film Focus Features manapun sebelumnya.

Keberhasilan Obsession tidak hanya diukur dari nominalnya, melainkan dari bagaimana film ini mempertahankan performanya di bioskop yang terbilang sangat langka di era modern.

Memasuki akhir pekan keempat penayangannya, pendapatan Obsession hanya mengalami penurunan sebesar 7 persen, dengan meraup keuntungan 25,6 juta USD atau sekitar Rp 463 miliar.

Angka ini resmi memecahkan rekor sebagai performa akhir pekan keempat terbaik sekaligus paling stabil sepanjang sejarah untuk genre film horor.

Obsession sukses menggeser film legendaris The Blair Witch Project (1999), yang selama 25 tahun memegang rekor tersebut dengan penurunan 9 persen dan pendapatan 24,2 juta USD (Rp 438,2 miliar) di pekan keempatnya.

Lebih gilanya lagi, performa ini menyusul catatan ajaib pada minggu-minggu sebelumnya. Obsession tercatat sebagai film pertama sejak mahakarya Steven Spielberg, E.T.: The Extraterrestrial (1982), yang pendapatannya justru mengalami kenaikan pada akhir pekan kedua dan ketiga secara berturut-turut.

Hal ini membuktikan bahwa efek promosi dari mulut ke mulut (word of mouth) di kalangan penonton dan media sosial berjalan dengan sangat masif.

Investasi Tersukses Focus Features

Ketika Focus Features membeli hak distribusi Obsession di Festival Film Internasional Toronto (TIFF) seharga 15 juta dolar AS, banyak pihak menilai angka itu cukup berani untuk film horor indie.

Namun, keputusan tersebut kini terbukti menjadi investasi paling genius dalam sejarah studio. Obsession berhasil melesat ke posisi puncak, menumbangkan film-film adaptasi serial populer, karya sutradara ternama, hingga film pemenang Oscar yang diproduksi Focus Features.

Kisah di balik layar pembuatan Obsession sama dramatisnya dengan kesuksesan finansialnya. Curry Barker menyutradarai film ini secara independen dengan dana yang sangat terbatas, yakni hanya USD 750.000 (sekitar Rp13,5 miliar), serta menggunakan jajaran aktor yang nama-namanya belum dikenal publik luas.

Sebelum namanya melambung seperti sekarang, Barker lebih dikenal di komunitas daring melalui film pendek horor berjudul The Chair, serta film berkonsep found-footage bertajuk Milk & Serial yang ia unggah secara gratis di platform YouTube.

Di luar genre horor, ia juga aktif mengelola kanal sketsa komedi That's a Bad Idea bersama rekannya, Dr. Cooper Tomlinson.

"Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan bagi pembuat film independen. Obsession membuktikan bahwa ide yang kuat dan eksekusi yang mencekam jauh lebih bernilai daripada CGI berbiaya ratusan juta dolar," ungkap pengamat sinema global.

Kini, Obsession telah melemparkan Curry Barker langsung ke jajaran sutradara papan atas (A-list) yang paling diperebutkan di Hollywood. Barker dilaporkan telah menyelesaikan proses syuting untuk film keduanya yang berjudul Anything But Ghosts.

Tidak tanggung-tanggung, ia juga telah resmi dipinang oleh studio prestisius A24 untuk menakhodai proyek film terbaru dari waralaba horor slasher legendaris, The Texas Chainsaw Massacre.



Simak Video "Video Kaleidoskop 2025: 10 Film Indonesia Terlaris"

(ass/pus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork