Lupita Nyong'o Dituduh Munafik Usai Komentar Lawas Soal Black Panther
Setelah sebelumnya menuai kritik rasis karena memerankan karakter ikonik Yunani kuno Helen of Troy (dan saudara perempuannya, Clytemnestra), kini bintang pemenang Oscar tersebut menghadapi gelombang kecaman baru di media sosial.
Netizen menuduhnya "munafik" setelah komentar lawasnya mengenai film Marvel Black Panther dan representasi budaya Afrika kembali mencuat ke publik.
Sebelumnya, Lupita sempat meredam kritik dengan menyatakan bahwa The Odyssey adalah sebuah kisah mitologi, sehingga jajaran aktornya sengaja dibentuk untuk menjadi "representasi dari dunia."
Ia juga menegaskan enggan membuang waktu untuk membela diri karena menurutnya kritik akan selalu ada. Namun, pembelaan tersebut justru memicu serangan balik baru.
Para netizen di dunia maya kini mengungkit kembali wawancara lama Lupita saat ia memuji film Black Panther karena dinilai berhasil mendobrak misrepresentasi terhadap benua Afrika.
Dalam potongan video wawancara yang viral kembali, Lupita menjelaskan betapa pentingnya bagi dia agar bioskop global menghormati dan menggambarkan budaya Afrika secara akurat, bukan sekadar generalisasi yang dangkal.
"Apa yang ditunjukkan oleh 'Black Panther' kepada kita adalah bahwa ada banyak sekali orang yang paham akan misrepresentasi yang selama ini dialami oleh Afrika," ujar Lupita dalam wawancara tersebut.
Ia menambahkan bahwa film tersebut digarap oleh orang-orang yang "menghormati benua tersebut" serta ingin "menyelidiki dan merepresentasikan kembali benua Afrika."
Bagi aktris berusia 43 tahun ini, isu representasi budaya adalah sesuatu yang sangat personal.
"Hal itu penting bagi saya karena fokus saya adalah pada demistifikasi (penghapusan mitos keliru) tentang benua Afrika," tegasnya.
Ia juga memuji bagaimana tim produksi sangat berhati-hati agar tidak menyamaratakan Afrika.
"Sering kali benua Afrika, ketika digambarkan dalam sinema, tampil sangat umum (generik). Dan kami semua berkomitmen sekuat tenaga agar hal itu tidak terjadi."
Pernyataan masa lalu Lupita yang sangat protektif terhadap akurasi budaya Afrika inilah yang kini memicu amarah sebagian netizen.
Mereka menilai ada standar ganda; Lupita dianggap sangat menuntut akurasi untuk budayanya sendiri, namun tidak keberatan melakukan "misrepresentasi" terhadap budaya dan mitologi Yunani.
Sebuah unggahan di platform X (sebelumnya Twitter) yang telah dilihat lebih dari setengah juta kali, secara terang-terangan menyerang sang aktris.
"Jadi Lupita kesal dengan 'misrepresentasi' budaya Afrika TAPI tidak punya masalah untuk melakukan hal yang sama secara terang-terangan terhadap budaya Yunani... wanita ini benar-benar munafik dan tidak punya urusan untuk berada di 'The Odyssey'," tulis salah seorang netizen dalam unggahan yang viral tersebut.
Kritik lain juga mengungkit keputusan masa lalu Lupita yang pernah menolak proyek film lain demi prinsip akurasi budaya.
"Lupita menolak peran di film 'The Woman King' karena film itu tidak menggambarkan budaya Afrika dengan benar TAPI dia tidak masalah melakukannya di 'The Odyssey'! Benar-benar munafik," kecam netizen lainnya.
Hingga saat ini, baik pihak Lupita Nyong'o maupun sutradara Christopher Nolan belum memberikan tanggapan resmi terkait babak baru dari kontroversi ini.
Di sisi lain, film The Odyssey yang juga dibintangi oleh jajaran aktor papan atas seperti Matt Damon, Anne Hathaway, Tom Holland, dan Zendaya tetap dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada bulan Juli mendatang.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
