Gohan: Semua Berhak Bahagia
Hal serupa juga dilakukan oleh Chayanop Boonrakob, Nattawut Poonpiriya dan Atta Hemwadee pada film Gohan (2026) yang diproduksi oleh GDH 559. Tapi mereka memberikan sentuhan khusus di mana penceritaannya dibagi dalam tiga babak.
Semua babak-babak itu pun memberikan nuansa berbeda seolah-olah kita benar-benar melihat perjalanan hidup seekor anjing liar (yang dibuang pemiliknya).
Pada fase anak-anak, ia dinamai Gohan oleh Hiro (Kitachima Yasushi), seorang kakek asal Jepang yang bingung bagaimana menjalani hidup usai dipaksa pensiun. Layaknya anak-anak, Gohan ditampilkan sangat menggemaskan dan membutuhkan Hiro yang dianggapnya sebagai dunianya.
Suasana berubah kelam ketika memasuki fase kedua atau remaja. Dunianya tiba-tiba hancur saat Covid melanda dan membuatnya harus merasakan kengerian tinggal di shelter.
Gohan yang sudah mulai terbiasa dengan cinta kasih, kini harus menerima perlakuan menyedihkan dan hidup di dalam kandang. Untungnya ia sedikit merasakan cinta dari Namcha atau Aye Shin (Poe Mamhe Thar), pekerja migran gelap di shelter itu.
Namcha yang dihadapkan dalam pilihan pelik dan memilih untuk merelakan 'kesempatan' dan mimpinya untuk bekerja di Thailand demi menyelamatkan Gohan, yang kemudian memberikannya nama Brownie, anjing peliharaan pertama di hidupnya.
Sayangnya Gohan lagi-lagi dipaksa untuk berpisah dengan orang yang dicintainya itu. Hidup Gohan pun kembali ke jalanan setelahnya dan membawanya ke sebuah stasiun dekat dengan kampus.
Kehidupan pun seperti berbalik, kini ia justru berada di kumpulan para remaja yang salah duanya adalah Pele (Jinjett Wattanasin) dan Jaidee (Tontawan Tantivejakul).
Problematika pasangan muda itu menjadi warna baru di hidup Gohan yang kembali berubah nama menjadi Hima. Ia seolah menjadi saksi perjalanan cinta mereka bahkan sampai mereka lulus dan berpisah.
Dari ketiga fase tersebut, semua aktor yang hadir di hidup Gohan memberikan warna tersendiri dan sadar jika semesta di film itu berpusat pada si anjing berhidung pink itu. Mereka semua punya kisah masing-masing, tapi penceritaannya hanya sebatas pendukung dari alur kisah di hidup Gohan.
Baca juga: Rekomendasi 5 Film Bioskop Weekend Ini |
Dan entah kenapa kita seperti dihipnotis untuk mengiyakan semua interaksi antara Gohan dengan aktor-aktor di sana. Hal ini juga yang perlahan membuat tumbuh rasa sayang pada Gohan saat menyaksikannya.
Mau kalian dog lover, cat lover atau bahkan gak pernah memelihara hewan sekalipun. Gohan tetap berhasil membuat kita sedikit paham soal bagaimana rasa cinta.
Gak percaya? Silahkan buktikan sendiri di bioskop ya guys!
(ass/nu2)











































