Christopher Nolan Ungkap Alasan Odyssey Lebih Pendek dari Oppenheimer

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan trailer The Odyssey.
Foto: Dok. YouTube
Jakarta - Setelah mendominasi panggung Oscar dan mencetak sejarah box office dengan epik sejarah berdurasi tiga jam, Oppenheimer, Christopher Nolan kini siap kembali ke akar fiksi ilmiahnya melalui proyek misterius berjudul Odyssey.

Namun, bagi penonton yang mengharapkan durasi marathon serupa, Nolan membawa kabar mengejutkan: film terbarunya ini akan tampil lebih ramping dan padat.

Dalam sebuah wawancara dengan Associated Press (29/4), sutradara di balik trilogi The Dark Knight tersebut membedah filosofi di balik durasi filmnya yang akan datang. Menurutnya, memangkas durasi bukan berarti mengurangi skala kualitas, melainkan sebuah keputusan artistik untuk menjaga intensitas.

Nolan menjelaskan bahwa durasi Oppenheimer yang mencapai 180 menit sangat diperlukan untuk merangkum puluhan tahun sejarah, intrik politik, dan beban moral J. Robert Oppenheimer. Namun, Odyssey adalah 'binatang' yang berbeda.

"Setiap cerita memiliki detak jantungnya sendiri," ujar Nolan.

"Jika Oppenheimer adalah sebuah simfoni yang luas dan berlapis, maka Odyssey dirancang sebagai sebuah thriller yang mendebarkan. Kami ingin audiens merasa terdesak oleh waktu, bukan sekadar menyaksikannya berlalu."

Nolan mengisyaratkan bahwa struktur naratif Odyssey akan jauh lebih fokus. Film ini dikabarkan tidak akan terlalu banyak berkutat pada eksposisi dialog yang berat, melainkan lebih mengandalkan kekuatan visual dan ritme aksi yang konstan.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa Nolan adalah pemuja format IMAX. Dengan durasi yang lebih pendek, ia memiliki fleksibilitas lebih besar dalam hal teknis-termasuk beban fisik dari gulungan film 70mm yang sangat berat.

Namun, alasan utamanya tetaplah mengenai momentum. Beberapa poin kunci yang ia tekankan seperti kembali ke gaya penceritaan yang lebih "visceral" seperti pada film Dunkirk, di mana emosi penonton diaduk melalui situasi yang mendesak tanpa perlu jeda naratif yang panjang.

Berbeda dengan Oppenheimer yang memiliki jajaran pemain ansambel masif dengan subplot masing-masing, Odyssey disebut-sebut akan memiliki fokus yang lebih tajam pada perjalanan sang protagonis utama.

Dengan durasi yang lebih pendek (diperkirakan berkisar di angka 130-145 menit), Nolan berharap dapat menciptakan pengalaman yang membuat penonton sulit untuk berpaling dari layar barang sedetik pun.

Keputusan ini memicu diskusi hangat di kalangan kritikus film. Banyak yang menilai ini adalah langkah cerdas untuk menghindari kejenuhan akibat durasi panjang yang mulai menjangkiti film-film blockbuster Hollywood belakangan ini.

Meskipun durasinya lebih pendek, Nolan menjamin bahwa skala visual Odyssey tetap akan monumental. Penggunaan efek praktis-yang menjadi ciri khasnya-tetap menjadi tulang punggung produksi ini. Sutradara tersebut tampaknya ingin membuktikan bahwa kemegahan sebuah film tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah menit di jam tangan penonton


(ass/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO