Round Up

Tudingan Gak Enak di Balik Kesuksesan Backrooms dan Obsession

Mauludi Rismoyo
|
detikPop
backrooms
Tudingan Gak Enak di Balik Kesuksesan Backrooms dan Obsession. (Foto: dok Instagram backroomsmovie)
Jakarta - Film horor Hollywood masih bakal meramaikan bioskop beberapa minggu ke depan. Setelah Hokum, Indonesia bersiap kedatangan Backrooms dan Obsession.

Dua film itu di industri bioskop global sedang sukses besar. Dua film horor orisinal yang disutradarai oleh sineas muda jebolan YouTube, Kane Parsons (Backrooms) dan Curry Barker (Obsession), itu mengalahkan film beranggaran raksasa dari waralaba besar seperti The Mandalorian and Grogu.

Keberhasilan mereka membuktikan YouTube kini telah menjadi inkubator utama bagi generasi baru sutradara horor tanpa perlu lewat jalur sekolah film konvensional. Film Backrooms yang diadaptasi dari seri pendek found-footage viral di YouTube karya Kane Parsons sukses mencetak pendapatan pembuka global sebesar USD 118 juta (sekitar Rp 2,11 triliun) dari anggaran yang hanya sebesar USD 10 juta atau Rp 178 miliar.

Pencapaian ini tidak hanya menjadi pembukaan domestik terbesar sepanjang sejarah studio A24 selaku yang memproduksi, tetapi juga menobatkan Kane Parsons sebagai sutradara termuda dalam sejarah yang berhasil menempati peringkat nomor satu di box office.

Saking suksesnya film-film ini di usia sutradaranya yang masih sangat muda, Kane Parsons (20 tahun) dan Curry Barker (26 tahun), muncul rumor tak sedap di media sosial. Beberapa netizen berspekulasi baik Kane Parsons maupun Curry Barker tidak benar-benar menyutradarai film mereka sendiri.

Tudingan ini menyebut adanya praktik ghost directing. Itu merupakan posisi sutradara sebenarnya dipegang oleh produser senior yang jauh lebih berpengalaman yang sengaja 'bersembunyi' di balik layar demi gimik pemasaran.

Di film Backrooms, posisi produser memang diisi oleh nama-nama besar di genre horor seperti James Wan, Shawn Levy, hingga sutradara Osgood Perkins (Longlegs) yang bertindak sebagai mentor Kane selama syuting di Vancouver. Rumor miring tersebut langsung dibantah keras oleh salah satu aktor utama filmnya, Mark Duplass.

Melalui unggahan video di Instagram, aktor senior yang juga sering menjadi mentor bagi pembuat film muda ini menegaskan Kane Parsons memegang kendali penuh di lokasi syuting.

"Banyak sekali opini di luar sana tentang apakah Kane Parsons, di usianya yang baru 19 tahun (saat syuting), benar-benar menyutradarai Backrooms. Saya ada di sana. Saya bersiap untuk membantu jika dibutuhkan, tetapi kenyataannya dia tidak membutuhkan bantuan kami sama sekali. Dia sangat siap dan fokus," ujar Duplass.

Mark Duplass juga menunjukkan respons menohok kepada netizen yang membuat tudingan gak enak.

"Dengan segala hormat, saya tidak ingat melihat Anda di lokasi syuting. Ketika saya di sana, Kane 100% memegang kendali. Bahkan lebih terkendali dibanding banyak sutradara lain yang usianya tiga kali lipat darinya," tuturnya.

Kane Parsons sendiri menganggap YouTube sebagai titik referensi budaya yang sangat besar bagi generasinya. Ia mempelajari efek visual (VFX) secara otodidak sejak SMP melalui tutorial YouTube sebelum akhirnya membuat video pendek The Backrooms yang viral saat ia baru berusia 16 tahun.


(mau/aay)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO