×
Ad

Cuma Setengah Warga Amerika yang ke Bioskop di 2025

Asep Syaifullah - detikPop
Kamis, 12 Mar 2026 18:00 WIB
Foto: Site News/Archive
Jakarta -

Kalau Timothee Chalamet bilang balet dan opera itu udah gak relevan, sepertinya dia belum tau fakta kalau industri film juga masih di situasi gak baik-baik aja.

Dilansir dari Variety (12/3) berdasarkan Pew Research Center disebutkan jika cuma setengah warga Amerika atau tepatnya 53 persen yang nonton ke bioskop pada 2025.

Angka ini memang kecil, tapi setidaknya ada peningkatan semenjak pandemi kemarin yang membuat penurunan penjualan tiket mencapai 81 persen.

Selain itu disebutkan jika penjualan tiket di Amerika dan Kanada mencapai 769,2 juta tiket pada tahun kemarin, yang mana kurang dari setengahnya era keemasan mereka pada 2002 yang mencapai 1,6 miliar tiket.

Dan dari penelitian yang dilakukan National Research Group (NRG) rata-rata warga berusia 12-74 tahun hanya 77 persen saja yang pergi ke bioskop setidaknya satu kali dalam satu tahun. Data itu juga menunjukkan jika yang masih minat ke bioskop adalah Gen Z dan Milenial.

Sekitar 62% dari mereka minimal nonton satu film di layar lebar tahun lalu. Sementara itu, kelompok umur 45 ke atas masih agak sulit diajak "balikan" sama bioskop, meskipun angkanya pelan-pelan merayap naik.

Menurut data dari The Cinema Foundation, partisipasi penonton naik dari 47% di tahun 2024 jadi 50% di tahun 2025. Ya, cuma naik 3 persen, tapi buat mereka itu tanda kalau orang-orang mulai bosan jadi "kaum rebahan" dan mau lagi bayar tiket mahal demi popcorn yang harganya lebih mahal lagi.

Tapi nggak semua film laku, ya. Orang Amerika sekarang makin milih-milih. Mereka cuma mau keluar rumah buat film-film "raksasa" yang kalau ditonton di HP kerasa kurang nendang. Film horor dan franchise besar masih jadi magnet utama yang bikin orang mau ninggalin kenyamanan Netflix di rumah.

Yang lucu dari data ini adalah istilah "moviegoer". Kamu dianggap penonton bioskop meskipun cuma nonton satu film setahun. Jadi, 50% populasi itu bukan berarti mereka rajin ke bioskop tiap minggu. Banyak dari mereka yang mungkin cuma nonton satu film blockbuster pas musim panas, terus sisanya balik lagi nonton streaming.

Kenapa cuma setengah? Jawabannya klasik: Duit. Laporan itu juga menyebut kalau harga tiket dan jajanan bioskop yang makin nggak ngotak jadi alasan utama kenapa 50% warga lainnya lebih milih nunggu filmnya masuk Disney+ atau HBO Max tiga bulan kemudian.

Industri bioskop Amerika lagi merayakan "kemenangan kecil". Buat mereka, angka 50% adalah bukti kalau bioskop belum mati (meskipun lagi pakai alat bantu napas).

Kondisi ini cukup berbeda dengan Indonesia yang baru aja merayakan pencapaian Agak Laen: Menyala Pantiku yang menjadi raja di tanah sendiri setelah menyabet gelar film terlaris sepanjang masa dan mengalahkan Avengers: Endgame lewat 10.980.983 penonton setelah 104 hari tayang.



Simak Video "Video Cakupan Internet Gen Z Tembus 87 Persen, Komdigi: Ruang Digital Jadi Tumbuh Kembang Anak"

(ass/tia)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork