Ini Naskah Terbaik dari James Cameron yang Gak Digarap Olehnya
Tapi siapa sangka, kreator dunia Pandora dan sutradara film terlaris sepanjang masa itu punya satu naskah "rahasia" yang dianggap sebagai karya terbaiknya-tapi anehnya, bukan dia yang menyutradarainya!
Film itu adalah Strange Days (1995). Meskipun James Cameron yang menulis naskahnya, kursi sutradara justru diserahkan kepada mantan istrinya, Kathryn Bigelow. Simak nih ulasan kenapa naskah ini disebut-sebut sebagai masterpiece tersembunyi Cameron:
Ditulis di awal era 90-an, Strange Days bercerita tentang dunia di ambang milenium (tahun 1999) yang penuh kekacauan. Plot utamanya berpusat pada teknologi bernama SQUID, alat yang bisa merekam memori dan perasaan seseorang langsung dari otak, lalu "dimainkan" ulang oleh orang lain.
Bayangkan Black Mirror, tapi dibuat 30 tahun yang lalu. Cameron berhasil meramal kecanduan manusia pada konten digital dan hilangnya privasi jauh sebelum media sosial ada.
Meskipun film-film seperti Titanic atau Avatar menang di skala megah, banyak kritikus dan penggemar berat Cameron berpendapat bahwa Strange Days punya penulisan karakter yang jauh lebih tajam dan kompleks.
Dialog yang Lebih Berbobot: Berbeda dengan Avatar yang kadang dialognya terasa klise, di sini Cameron menulis dialog yang lebih gritty, puitis, namun tetap membumi.
Isu Sosial yang Berani: Naskah ini nggak cuma soal fiksi ilmiah. Cameron dan Bigelow memasukkan isu rasisme, kekerasan polisi, dan korupsi sistemik yang terasa sangat relevan dengan kejadian nyata di Los Angeles kala itu (seperti kasus Rodney King).
Karakter Anti-Hero: Tokoh utamanya, Lenny Nero (diperankan Ralph Fiennes), bukanlah pahlawan otot ala Terminator. Dia adalah mantan polisi yang "berantakan" dan jualan memori ilegal. Sangat jauh dari tipikal jagoan Cameron biasanya.
Banyak yang bilang naskah brilian Cameron ini nggak akan se-ikonik itu kalau bukan Bigelow yang mengarahkan. Bigelow memberikan sentuhan visual yang raw dan intens, terutama dalam adegan point-of-view (POV) yang bikin penonton merasa benar-benar ada di dalam kepala karakter tersebut.
Dulu saat rilis, film ini bisa dibilang gagal total di box office (mungkin karena idenya terlalu "maju" buat zamannya). Tapi sekarang, Strange Days naik kasta jadi film cult classic.
James Cameron sendiri pernah mengakui betapa bangganya dia dengan naskah ini. Ini adalah bukti kalau Cameron bukan cuma "Raja Visual", tapi juga penulis yang punya pemikiran sangat dalam tentang hubungan manusia dan teknologi.
Gimana, jadi penasaran pengen nonton nggak? Kalau kamu suka film cyberpunk atau misteri noir yang bikin mikir, ini sih tontonan wajib.
(ass/tia)











































