David Ellison Merapat ke Trump, Paramount Dukung Pemerintah?

Asep Syaifullah
|
detikPop
Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump kembali menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan sidang gabungan Kongres Amerika Serikat di Ruang DPR Gedung Capitol Amerika Serikat, Washington, D.C., Selasa (24/2/2026). Pidato ini menjadi pidato kenegaraan pertama Trump pada masa jabatan keduanya. REUTERS/Kenny Holston
Foto: REUTERS/Kenny Holston
Jakarta - Setelah resmi mengambil alih kendali Paramount Global melalui Skydance, David Ellison kini berada di garis depan dalam menavigasi masa depan perusahaan di bawah lanskap politik Amerika Serikat yang baru.

Laporan terbaru Variety (25/2) menyoroti bagaimana Ellison memposisikan Paramount Skydance lewat kehadirannya di State of the Union Presiden Donald Trump.

David Ellison menunjukkan kesiapan untuk bekerja sama dengan pemerintahan Trump yang baru. Mengingat Trump kini kembali menjabat sebagai Presiden ke-47, Paramount bersiap menghadapi perubahan regulasi yang mungkin lebih longgar terkait merger dan akuisisi media, yang bisa menguntungkan strategi ekspansi Ellison di masa depan.

Pasca pidato State of the Union, muncul indikasi bahwa Paramount di bawah Ellison akan lebih fokus pada konten hiburan yang dapat menarik spektrum penonton yang lebih luas di Amerika yang sedang terpolarisasi.

Ini mencakup investasi pada tayangan olahraga melalui CBS dan konten film blockbuster yang bersifat universal.

Sebagai bagian dari transisi Skydance-Paramount, Ellison terus menekankan pentingnya efisiensi. Di tengah iklim ekonomi yang dipengaruhi kebijakan fiskal baru pemerintah, Paramount diperkirakan akan melakukan pemangkasan biaya operasional secara signifikan untuk menyehatkan neraca keuangan perusahaan.

Selain itu banyak pula yang menyoroti bagaimana tokoh-tokoh kuat Hollywood, seperti Ellison, mulai membangun jembatan dengan pemerintah.

Dengan kebijakan Trump yang seringkali tidak terduga terkait tarif dan teknologi, Ellison berusaha memastikan bahwa aset-aset Paramount (termasuk studio film dan jaringan televisi) tetap kompetitif di pasar global.

Di bawah kepemimpinan Ellison, ada spekulasi kuat mengenai nasib Paramount+. Apakah akan terus berdiri sendiri atau mencari mitra strategis?

Dengan kembalinya Trump ke kekuasaan yang mungkin membawa perubahan pada hukum antitrust, pintu untuk kemitraan besar atau konsolidasi antar platform streaming kini terbuka lebih lebar dari sebelumnya.

Sebelumnya dalam unggahan Truth Social pada Desember 2025, presiden Donald Trump menepis teori kedekatannya dengan bos Paramount itu dengan mengatakan tentang keluarga Ellison, "Jika mereka berteman, saya tidak ingin melihat musuh saya!"

"Bagi orang-orang yang berpikir saya dekat dengan pemilik baru CBS, harap pahami bahwa '60 Minutes' telah memperlakukan saya jauh lebih buruk sejak apa yang disebut 'takeover,' daripada yang pernah mereka lakukan sebelumnya," tulis Trump.

Tak hanya itu ia juga belum lama ini bikin heboh karena secara terang-terangan menyerang Netflix gara-gara keberadaan Susan Rice di dewan direksi mereka. Mengingat Rice adalah mantan penasihat keamanan era Obama yang sering jadi sasaran kritik Trump, keberadaannya dianggap sebagai "ancaman politik".

"Netflix harus SEGERA memecat Susan Rice yang rasis dan gila karena membenci Trump, atau mereka harus terima konsekuensinya. Dia tidak punya bakat atau keahlian sama sekali-murni hanya antek politik! KEKUASAANNYA SUDAH HILANG, DAN TIDAK AKAN PERNAH KEMBALI. Berapa dia dibayar, dan untuk apa??? Terima kasih atas perhatiannya mengenai masalah ini. Presiden DJT" tulisnya di media sosial.

Dia mengancam akan meninjau ulang regulasi atau bahkan mencabut hak-hak operasional tertentu jika Netflix tetap menjadi "alat politik" lawan.


(ass/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO