Keberhasilan Avatar: The Way of Water dalam menyabet piala Oscar untuk Efek Visual Terbaik ternyata bukan titik henti bagi James Cameron dan timnya di Wētā FX.
Dalam sebuah wawancara terbaru yang dilansir oleh Screen Rant (13/2), tim visual di balik dunia Pandora mengungkapkan bahwa film Avatar 4 dan Avatar 5 akan membawa standar realisme ke level yang belum pernah dibayangkan sebelumnya dan lebih photorealistic.
Para supervisor VFX Avatar, Richard Baneham, Eric Saindon, dan Daniel Barrett, menjelaskan bahwa meskipun penonton menganggap visual film kedua sudah "sempurna", mereka melihat masih banyak ruang untuk inovasi teknis yang lebih ekstrem.
Salah satu keuntungan besar dalam produksi waralaba Avatar adalah proses pengerjaannya yang berkesinambungan. Richard Baneham menjelaskan bahwa pengalaman mengerjakan film kedua menjadi fondasi krusial bagi masa depan sekuel ini.
"Kualitas efek visual terus berkembang, tetapi telah mencapai tingkat realisme visual yang sangat mendekati fotografi. Subjek yang kita bahas cenderung tidak nyata, dan itu sulit dalam hal tersebut, tetapi saya pikir ada ruang nyata untuk perbaikan dalam proses dan penyempurnaan alur kerja. Saya juga berpikir [Avatar 4 dan 5] memiliki beberapa tantangan yang sangat menarik dari sudut pandang efek visual," ungkapnya.
Baca juga: The Next KPop Demon Hunters Dibatalkan Sony |
Dunia efek visual berkembang dengan kecepatan cahaya. Bagi tim Wētā FX, menggunakan teknologi yang sama secara berulang adalah sebuah kemunduran.
Eric Saindon, Senior VFX Supervisor, menekankan bahwa evolusi alat kerja adalah kunci untuk menjaga kualitas karya sekaligus semangat tim kreatif.
"Jika kami tidak mencoba melakukan sesuatu yang baru atau mendorong batas di film berikutnya, para seniman kami akan bosan. Itulah yang membuat mereka tetap bersemangat-mencoba mencari tahu bagaimana cara melakukan sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," ujar Saindon.
Ia menambahkan bahwa segala aspek teknis, mulai dari cara membangun model karakter, mekanisme pergerakan otot, hingga detail tekstur kulit, terus diperbarui. Mereka tidak ingin terjebak pada teknologi yang mereka gunakan 13 tahun lalu saat film pertama dirilis.
Meskipun teknologi CGI dan AI (Kecerdasan Buatan) diprediksi akan mengambil peran lebih besar di Avatar 4 dan 5, Richard Baneham mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat. Inti dari keajaiban visual Pandora tetap terletak pada performa manusia di balik kostum motion capture.
"Efek visual kami berdiri di atas bahu para aktor kami; akting (performance) mereka adalah segalanya," tegas Baneham.
Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa peningkatan VFX di masa depan akan lebih fokus pada bagaimana teknologi bisa menangkap nuansa emosi sekecil apa pun dari wajah aktor seperti Zoe Saldaña atau Sam Worthington-dan memindahkannya ke karakter Na'vi secara sempurna tanpa kehilangan "jiwa" sang aktor.
Dengan jadwal rilis yang masih cukup jauh, tim VFX memiliki waktu bertahun-tahun untuk melakukan riset dan pengembangan (R&D). Fokus mereka bukan lagi sekadar membuat air terlihat nyata, melainkan menciptakan sebuah dunia digital yang benar-benar tidak bisa dibedakan dari realitas fisik.
Bagi para penggemar sinema, ini adalah janji akan sebuah pengalaman imersif yang akan terus berevolusi. Jika Fire and Ash telah menetapkan standar baru, maka Avatar 4 dan 5 bersiap untuk menghancurkan standar tersebut dan membangun standar yang sama sekali baru.
Simak Video "Video: Banyak Lahirkan Film Box Office, James Cameron Kini Jadi Miliarder"
(ass/tia)