Joker 2 Gagal, Bos Warner Bros: Film Bagus Kok

Asep Syaifullah
|
detikPop
Cuplikan adegan dalam film Joker: Folie a Deux.
Foto: Dok. Warner Bros
Jakarta - Kegagalan tragis Joker: Folie à Deux di tangga box office kini memicu badai baru di internal Warner Bros. Pictures.

Setelah film tersebut dipastikan merugi ratusan juta dolar, muncul laporan tajam yang mengungkap bahwa pihak studio merasa menjadi korban dari kebebasan kreatif yang terlalu besar yang diberikan kepada sang sutradara, Todd Phillips.

Menurut laporan terbaru (via The Wrap 15 Januari) Todd Phillips kabarnya mendapatkan kontrol penuh atas sekuel ini sebagai imbalan atas kesuksesan film pertama yang meraup USD 1 miliar. Namun, kebebasan ini disebut-sebut menjadi akar masalah.

"Film itu emang bener-bener beda banget konsepnya (revisionis)," kata bos Warner Bros. Michael De Luca ke The Wrap.

"Mungkin saking bedanya, jadi agak susah masuk ke selera penonton umum secara global. Tapi menurut gue, Todd sama partner penulisnya, Scott Silver, udah ngelakuin hal yang jarang berani diambil sama pembuat film sekuel lainnya: mereka milih buat nggak ngulangin formula yang sama. Gue pribadi bener-bener angkat topi buat mereka karena berani eksplorasi hal baru, cuma ya sayangnya hasil akhirnya emang nggak nyambung aja sama audiens."

Gak cuma itu, De Luca juga terang-terangan ngomong kalau dia suka sama film itu meski hasilnya gagal di pasaran.

"Aku suka banget sama film itu. Sampai sekarang (masih suka)," paparnya.

Berbeda dengan film pertama yang merupakan kolaborasi erat, dalam pengerjaan Joker 2, Phillips dilaporkan tidak ingin berhubungan dengan pihak mana pun di luar lingkaran kecilnya.

Bahkan, ia dikabarkan menolak melakukan test screening (uji coba penayangan kepada penonton terbatas), langkah standar yang biasanya digunakan studio untuk memperbaiki alur film sebelum dirilis secara global.

Satu poin yang paling menarik adalah ketegangan antara Todd Phillips dan James Gunn serta Peter Safran, bos baru DC Studios.

Meskipun Joker berada di bawah payung DC, Phillips kabarnya menegaskan bahwa film ini adalah entitas terpisah dan "tidak mau berurusan" dengan arahan kreatif baru dari DC Studios.

Phillips dianggap terlalu percaya diri dengan konsep musikal yang akhirnya justru menjauhkan basis penggemar inti film pertamanya.

Biaya produksi melonjak hingga USD 200 juta, sebagian besar habis untuk gaji Joaquin Phoenix, Lady Gaga, dan biaya operasional yang tidak terkontrol karena minimnya pengawasan studio.


Keputusan Phillips untuk mengakhiri film dengan cara yang "menghancurkan" warisan karakter Joker dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap penonton yang sudah mendukung film pertamanya.

Pihak Warner Bros. kini berada di posisi sulit. Di satu sisi, mereka ingin mendukung pembuat film yang memiliki visi unik. Di sisi lain, kerugian finansial yang mencapai estimasi USD 150 juta hingga USD 200 juta memaksa mereka untuk mengevaluasi kembali bagaimana mereka memberikan lampu hijau pada proyek-proyek besar di masa depan.

Kegagalan Folie à Deux kini menjadi pelajaran pahit bagi Hollywood tentang bahayanya memberikan cek kosong dan kontrol tanpa batas kepada sutradara, tanpa adanya sistem check and balance dari pihak studio.

Meskipun film ini mendapatkan ulasan buruk dan performa pasar yang lemah, Lady Gaga kabarnya tetap optimis dengan penampilannya, namun reputasi Joaquin Phoenix dan Todd Phillips sebagai duo penjamin box office kini sedang dipertanyakan besar-besaran.


(ass/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO