6 Film Bollywood Dilarang Tayang di Indonesia, Vulgar-Kontroversial Banget

Mulai dari terlalu vulgar, terlalu blak-blakan soal agama, sampai mengangkat isu-isu sensitif yang dianggap tabu. Nah, berikut ini beberapa film India yang dilarang tayang di Indonesia. Yuk kita bahas satu-satu:
1. Dazed in Doon
Film ini sebenarnya terinspirasi dari kehidupan di Doon School, salah satu sekolah paling elite dan dihormati di India. Tapi, bukannya menyanjung, Dazed in Doon justru dianggap menjelekkan nama sekolah.
Di filmnya, ditampilkan adegan penyalahgunaan narkoba dan ketelanjangan yang tentu aja bikin banyak orang, termasuk pihak sekolah dan dewan pendidikan, geram berat.
Karena dianggap bisa merusak reputasi institusi pendidikan dan terlalu vulgar, film ini bukan cuma gak tayang di Indonesia, tapi juga gak dirilis resmi di India.
2. Firaaq
Film ini digarap oleh aktris dan aktivis Nandita Das, dan ceritanya diangkat dari peristiwa nyata, kerusuhan besar di Gujarat, India pada 2002 yang menewaskan ratusan orang.
Meskipun film ini dikemas sebagai fiksi, banyak banget elemen yang nyambung langsung ke kejadian aslinya, terutama konflik berdarah antara komunitas Hindu dan Muslim.
Karena dianggap terlalu sensitif dan bisa memunculkan kembali trauma serta kebencian antarumat beragama, Firaaq dilarang di beberapa negara, termasuk Indonesia.
3. Unfreedom
Kalau kamu cari film yang isinya udah paket lengkap, isu LGBT, radikalisme agama, dan adegan seks, ya ini. Unfreedom benar-benar nekat angkat semua tema itu dalam satu layar.
Ceritanya ada dua garis waktu, satu tentang lesbian di India, dan satu lagi tentang penculikan dan penyiksaan seorang profesor Muslim liberal di New York oleh ekstremis Islam.
Film ini dianggap terlalu provokatif. Di India sendiri dicekal, dan di Indonesia? Ya jelas dilarang juga.
4. Kama Sutra: A Tale of Love
Judulnya aja udah bisa bikin orang tua mengernyit. Kama Sutra - A Tale of Love yang dirilis 1996 ini memang penuh adegan erotis, bahkan menggambarkan berbagai posisi bercinta dengan cukup eksplisit.
Ceritanya tentang Putri Tara yang akan menikah dengan Raja Raj, tapi sahabatnya, Maya, malah berkhianat dan menggoda sang raja. Film ini dibintangi aktris legendaris Rekha, tapi meskipun bertabur bintang, film ini tetap gak bisa masuk ke bioskop Indonesia karena dianggap terlalu vulgar.
5. Water
Film yang rilis pada 2005 ini mengangkat sisi gelap kehidupan para janda di India, yang sering kali diperlakukan seperti kutukan dalam masyarakat. Film ini menunjukkan dengan blak-blakan bagaimana para perempuan ditindas secara sosial, spiritual, dan budaya.
Karena isinya terlalu menampar realitas pahit dan dianggap menyinggung struktur sosial tradisional, Water dicekal di beberapa negara dan dilarang tayang di Indonesia juga.
6. Sins
Film Sins yang dirilis 2005 ini ngangkat kisah cinta antara seorang pastor dan jemaat perempuannya. Tapi bukan sekadar cinta biasa, film ini juga menampilkan adegan-adegan erotis yang cukup frontal.
Karena isunya menyentuh ranah keagamaan dan menampilkan sosok religius yang jatuh dalam hubungan terlarang, umat Katolik di India pun ikut mengecam keras. Di Indonesia, sudah pasti dicekal karena kontennya dianggap bertentangan dengan nilai moral dan agama.
Film-film ini menunjukkan dunia perfilman India gak cuma soal tari dan nyanyi, tapi juga berani menyentuh isu-isu besar yang kadang bikin panas kuping, hati dan mata yang gak bisa diterima semua kalangan.
(ass/nu2)