K-Movie
Sinopsis dan Rangkuman Kontroversi Film The Assassin(s)
Film ini tayang perdana 23 September lalu dan langsung dapat 1 juta penonton dalam waktu singkat. Data terbaru dari Korean Film Council per Kamis (1/10), film ini sudah disaksikan 1,82 juta dan kini tayang di lebih dari 1000 layar di Korea Selatan.
Sayangnya, adaptasi kreatif Hur Jin Ho Cs lewat The Assassin(s) menerima respons kuat dari berbagai pihak. Film ini bahkan dituduh telah melukai banyak orang termasuk keluarga Park Chung Hee dan Yuk Young Soo, hingga dicap sebagai karya sinema yang mendistorsi sejarah.
Sinopsis The Assassin(s)
Adegan dalam film Korea Assassins (2026). Foto: dok. Hive Media Corp |
Berlatar pada 15 Agustus 1974, saat upacara Hari Pembebasan di Seoul. Seorang pria melepaskan tembakan ketiga Presiden Park Chung Hee berpidato.
Presiden selamat, tetapi Ibu Negara Yuk Young Soo dan seorang gadis muda tewas karena tembakan itu. Pelakunya, Mun Se Gwang, warga Korea di Jepang, langsung ditangkap.
Setelah kejadian itu, detektif Cheol Gu (Yoo Hai Jin), editor surat kabar kota Jae Hwan (Park Hae Il), dan seorang wartawan pendatang baru Young Il (Lee Min Ho), mempertanyakan hasil investigasi resmi dari insiden penembakan itu.
Mereka memperdebatkan soal fakta enam tembakan yang terdengar saat kejadian. Padahal pistol Mun Se Gwang hanya berisi lima peluru. Setiap pertanyaan dibalas tuduhan komunis dan perintah untuk menghentikan investigasi.
Perdebatan antara Fakta dan Fiksi
Adegan dalam film Korea Assassins (2026). Foto: dok. Hive Media Corp |
Kubu konservatif bereaksi kelas atas perilisan film The Assassin(s) . Ketua partai oposisi, Jang Dong Hyeok, menyebut cerita film ini absurd dan menyamakannya dengan propaganda Korea Utara.
Dilansir dari Korea Herald, anggota People Power Party (Partai Kekuatan Rakyat) Joo Jin Woo mencap film ini sebagai kejahatan yang melukai keluarga Ibu Negara. Mereka menuntut permintaan maaf resmi dari tim produksi.
Ada juga tuduhan yang menyebutkan bahwa The Assassin(s) memutarbalikkan sejarah. Amarah itu berujung serangan terhadap individual yang terlibat dalam film termasuk aktor Lee Min Ho dan Ryu Hye Young di media sosial mereka.
Pembelaan buat The Assassin(s)
Tim produksi The Assassin(s) menegaskan bahwa film ini merupakan hasil dari kreativitas, bukan untuk membuat kesimpulan sejarah baru. Mereka juga tidak berusaha untuk menunjuk individu tertentu sebagai dalang, atau menyajikan hipotesis baru sebagai fakta.
Sutradara Hur Jin Ho dalam keterangannya menyebutkan, dia berusaha menyeimbangkan sudut pandang dan tidak memperlakukan satu hipotesis dalam film sebagai sebuah kebenaran. Ada banyak imajinasi yang membalut materi film ini.
Hive Media Corp sebagai perusahaan produksi dan distributor film buka suara. Mereka membantah semua yang dituduhkan.
"Film ini merekonstruksi peristiwa tersebut dengan menambahkan imajinasi sinematik pada berbagai catatan yang ditulis pada saat itu. Film ini sama sekali tidak mendefinisikan orang tertentu sebagai dalang di balik insiden tersebut, juga tidak menyajikan hipotesis atau latar dramatisnya sebagai fakta sejarah," kata pihak Hive Media Corp.
(aay/dar)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan


