Saat Tobey Maguire dan Andrew Garfield Bikin Marvel Pusing
Namun, kesuksesan fenomenal tersebut sempat membuat Marvel Studios berada di persimpangan jalan dan mengalami paralyzed by success.
Dalam perbincangannya di USC School of Cinematic Arts, Presiden Marvel Studios Kevin Feige membeberkan alasan di balik keputusan kreatif untuk tidak memaksakan kembalinya Tobey dan Andrew dalam proyek Spider-Man: Brand New Day, serta bagaimana keputusan berani tersebut berbuah manis di pasaran.
Feige menegaskan bahwa menambah jumlah Spider-Man bukanlah jawaban untuk membuat sekuel yang lebih baik. Menurutnya, konsep banyak varian Spider-Man sudah digarap sangat eksklusif oleh Sony lewat waralaba animasi Spider-Verse.
"Anda tidak bisa menandingi momen tiga Spider-Man dari dimensi berbeda bersatu dan mencetak hampir $2 miliar. Di situlah Anda merasa lumpuh," seloroh Feige.
"Empat Spider-Man? Lima? Sepuluh? Lagi pula, Spider-Verse sudah melakukan itu dengan 100 Spider-Man dan hasilnya luar biasa."
Atas dasar itulah, tim kreatif menetapkan mantra baru untuk film selanjutnya: "We're not gonna go bigger, we're gonna go deeper" (Kami tidak akan membuat ini lebih besar, tapi lebih dalam).
Andrew Garfield Foto: Ernesto Ruscio/Getty Images |
Produser Amy Pascal turut mengonfirmasi visi tersebut. Ia menegaskan bahwa Maguire dan Garfield tidak dihadirkan kembali di Brand New Day karena skala besar yang diincar kali ini berfokus pada emosi, bukan kehancuran dunia.
Feige mengungkapkan bahwa Trilogi Homecoming (Homecoming, Far From Home, No Way Home) pada dasarnya dirancang seperti struktur seri Harry Potter-di mana setiap film mewakili satu tahun ajaran sekolah dan membawa Peter ke lokasi baru.
Selama tiga film pertama tersebut, Marvel sengaja menghindari elemen-elemen klasik Spider-Man seperti bergelayutan di antara pencakar langit Manhattan atau kejar-kejaran dengan mobil polisi New York, karena hal itu sudah sering diangkat di era film Tobey maupun Andrew.
Setelah "berputar-putar" selama tiga film-yang secara tidak langsung menjadi proses panjang origin story bagi Peter Parker versi Tom Holland-Spider-Man: Brand New Day akhirnya menyajikan sosok Spider-Man dalam arketipe klasiknya: berjuang dari titik nol sebagai pahlawan jalanan sejati di New York, tanpa sokongan teknologi Stark maupun bantuan rekan-rekannya.
Keputusan Marvel Studios dan Sony Pictures untuk meninggalkan gimmick nostalgia dan berfokus penuh pada kedalaman emosional karakter terbukti sukses besar:
Pujian Kritis Tinggi: Brand New Day dipuji oleh para kritikus dan penggemar sebagai salah satu film Spider-Man terbaik, lantaran berhasil mengembalikan esensi humanis dan perjuangan hidup Peter Parker yang rapuh namun pantang menyerah.
Dominasi Box Office: Tanpa perlu menjual kemunculan Tobey atau Andrew untuk kedua kalinya, Brand New Day tetap sukses menjadi box-office monster global. Penonton terbukti merespons positif narasi yang lebih emosional dan grounded.
Strategi Feige membuktikan bahwa penonton tidak hanya haus akan aksi laga masif atau multiverse, melainkan koneksi emosional yang kuat dengan sang pahlawan.

