Publik Korea Selatan gak pernah chill soal distorsi sejarah dalam produk pop culture drama Korea. Sepanjang beberapa tahun terakhir ada beberapa judul yang kena damprat warlok karena konten drama mereka, nih.
Berikut ini beberapa judul drama Korea Selatan yang pernah kena kontroversi distorsi sejarah:
1. Joseon Exorcist (2021)
Drakor SBS ini adalah kasus distorsi sejarah yang paling serius dan paling terkenal. Insiden Joseon Exorcist kembali dibahas gegara kontroversi Perfect Crown belakangan ini.
Berlatar masa pemerintahan Raja Taejong, drama fantasi-sejarah ini menampilkan beberapa detail properti khas Tiongkok yang kemudian dikritik penonton. Di antaranya kue bulan, telur abad, minuman keras yang dihadirkan di meja kerajaan.
Selain itu, tokoh-tokoh sejarah yang dihormati digambarkan sebagai sosok yang haus darah dan tunduk pada kekaisaran Tiongkok. Semua itu berujung petisi Majelis Nasional yang mengumpulkan lebih dari 130 ribu tanda tangan dalam satu hari.
Para sponsor dan pemerintah daerah dengan cepat menarik dukungan mereka. SBS berujung membatalkan drakor bernilai jutaan dolar tersebut setelah tayang dua episode.
2. Snowdrop (2021)
Masih ingat kontroversi drakor Jung Hae In dan Jisoo BLACKPINK ini? Snowdrop juga tayang di Disney+ bersamaan dengan penayangan di JTBC pada era pandemi COVID-19 lalu.
Kontroversinya karena latar belakang cerita yang menampilkan gerakan pro-demokrasi tahun 1987. Snowdrop dituduh meromantisasi Badan Keamanan Nasional rezim otoriter dan secara keliru menghubungkan aktivis demokrasi di kehidupan nyata dengan mata-mata Korea Utara.
Petisi Majelis Nasionalnya mencapai 300 ribu tanda tangan, publik meminta penayangannya dihentikan. Tapi Snowdrop berujung tetap tayang sampai episode terakhir, meski produksinya mengalami penarikan sponsor besar-besaran dan protes intens.
3. Mr. Queen (2020)
Drakor Mr. Queen adalah salah satu drama sageuk yang fun dan seru. Tapi ada beberapa hal yang bikin publik gak nyaman. Salah satunya adalah dialog yang menyebut Sejarah Dinasti Joseon yang sangat dihormati sebagai sesuatu yang 'tabloid' atau sepele.
Selain itu, webtoon aslinya (yang berasal dari Tiongkok), diduga mengandung konten sentimen anti-Korea. Meski ratingnya tinggi, tapi banyak yang protes supaya Mr. Queen ditarik dari penayangan.
Drakor ini berujung tetap tayang dan sampai sekarang eksis di berbagai platform streaming.
4. The King: Eternal Monarch (2020)
Mirip dengan Perfect Crown, drakor ini juga berlatar monarki Korea masa kini. Drakor Lee Min Ho dan Kim Go Eun ini dikritik karena istana kerajaan dan adegan pembuka kekaisaran fiktif menampilkan arsitektur bergaya Jepang.
Gak cuma itu, kapal perang angkatan laut dalam drakor juga mirip banget kapal Jepang di dunia nyata. Sejarah Korea dan Jepang adalah hal sensitif banget di Negeri Ginseng, menyebabkan tim produksi mengubah adegan yang bermasalah.
Drakor ini juga gak ditarik dari peredaran sampai tamat.
5. River Where the Moon Rises (2021)
Drakor ini udah kena bala sejak awal gegara salah satu aktornya terseret kasus bullying dan harus diganti di tengah-tengah produksi. Tapi itu bukan satu-satunya kontroversi River Where the Moon Rises.
River Where the Moon Rises dikritik karena banyak banget elemen Tiongkok yang ditampilkan. Berlatar Goguryeo, salah satu yang disoroti adalah baju zirah dan kostum para karakternya yang terlalu Tiongkok alih-alih akurat dengan sejarah Korea masa lalu.
Drakornya tetap tayang, tim produksi minta maaf, adegan yang bermasalah di-edit.
6. Perfect Crown (2026)
Berikut beberapa kontroversi dugaan distorsi sejarah drakor Perfect Crown.
Pertama, mahkota yang digunakan oleh Ian saat naik takhta. Setelah proklamasi Kekaisaran Korea tahun 1897 oleh Raja Gojong, yang menegaskan status Korea sebagai negara berdaulat, mahkota yang digunakan seharusnya punya 12 rumbai.
Tapi tim produksi Perfect Crown menggunakan properti mahkota 9 rumbai. Dalam konteks sejarah, mahkota 9 rumbai ini menandakan sebuah kerajaan/negara masih dalam kekuasaan kekaisaran lain yang lebih besar (dalam hal ini Tiongkok).
Kedua, masih dalam adegan taik takhta dan terkait poin pertama, dialog yang digunakan juga jadi masalah. Tim produksi menggunakan dialog 'Cheonse!' (berarti 'Hidup panjang seribu tahun!') yang digunakan saat penguasa naik di bawah kekaisaran naik takhta.
Seharusnya, kalau dalam konteks cerita Korea sudah berdaulat, dialog yang digunakan adalah 'Manse!' (berarti 'sepuluh ribu tahun!').
Ketiga, adegan dari episode terdahulu yang berujung dibahas lagi setelah kontroversi episode 11 mencuat. Yakni ketika Seong Hui Ju (IU) menuangkan air ke dalam wadah penampung, yang disebut meniru etiket minum teh Tiongkok.
Baca juga: MBC Hapus Adegan Kontroversial Perfect Crown |
(aay/tia)