Drama Korea Perfect Crown terseret kontroversi sejarah di episode-episode terakhir. MBC memutuskan akan menghapus adegan-adegan yang bermasalah sebagai bentuk tanggung jawab.
Dalam sebuah pernyataan jelang akhir pekan ini, MBC bilang adegan kontroversial dari episode 11 akan segera dihapus dari siaran asli. Mereka juga menegaskan proses ini membutuhkan waktu beberapa hari.
Baca juga: Rating Drama Korea On Going Pekan Ini |
Kritik datang dari penonton setelah penayangan episode Perfect Crown akhir pekan lalu. Mereka menyoroti beberapa hal yang dianggap gak akurat dengan sejarah. Beberapa yang dibahas termasuk dialog dan detail busana raja yang digunakan Byeon Woo Seok, pemeran Ian, saat naik takhta.
Penonton menemukan detail yang konsisten mengisyaratkan kerajaan dalam Perfect Crown adalah bagian dari Tiongkok, bukan kerajaan atau negara yang merdeka dan independen.
Ian mengenakan guryumyeonryugwan (mahkota yang digunakan kerajaan bagian kedinastian Tiongkok) alih-alih shipimyeonryugwan (mahkota yang dipakai buat kerajaan dari negara yang independen).
Soal ini sutradara Park Joon Hwa buka suara. Dalam sebuah wawancara dengan Korea JoongAng Daily, dia memberikan penjelasan mengenai depiksi fiksi monarki Korea Selatan di Perfect Crown.
"Menurut saya, yang ingin disampaikan penulis kami adalah, jika masa lalu bangsa kita menyakitkan, termasuk Perang Korea dan periode penjajahan Jepang, tidak terjadi, bukankah kita bisa mencapai gambaran yang lebih bahagia dan indah?" katanya dilansir Rabu (20/5/2026).
"Cerita ini berawal dari fantasi itu. Jadi, konsultasi kami, referensi yang kami gunakan, semuanya disesuaikan dengan istana kerajaan Joseon," katanya. Dinasti Joseon di Korea Selatan berkuasa mulai 1392 hingga 1910.
Lebih lanjut, dia mengaku bertanggung jawab atas kesalahan yang ditampilkan di layar. Sehingga dalam wawancara untuk memberikan klarifikasi, dia pasang badan tanpa ditemani tim penulis skenario.
Park Joon Hwa juga menegaskan kesalahan bukan disengaja. Tetapi hasil dari imajinasi dan fantasi kelanjutan era Joseon antara tim produksi.
Meski demikian, ada bagian-bagian yang seharusnya jadi pertimbangannya saat penggarapan cerita. Itu yang menurut dia gagal dilakukan sehingga hasil akhir yang tayang berujung kontroversi.
"Kalau ada yang bertanya pada konsultan sejarah soal naik takhta pada era itu, mereka akan mendeskripsikan hal yang sama (seperti yang sudah disajikan dalam drama)," lanjut dia.
"Saya rasa saya memiliki semacam obsesi. Ketika saya diberi tahu bahwa begitulah cara yang dilakukan pada periode itu, saya merasa terkekang. Tetapi masalahnya, dalam sejarah kita yang sebenarnya, ada Kekaisaran Korea. Dalam drama fantasi ini, kami telah menghilangkan periode-periode yang menyakitkan, era kolonial, tetapi seharusnya saya mengangkat hal itu dan merefleksikannya dalam cara saya menggambarkan berbagai hal. Dan saya tidak melakukannya, dan itu adalah kesalahan saya," tutup dia.
Simak Video "Video: Reaksi Penonton Seusai Nonton Drama Perfect Crown"
(aay/dar)