Sukses Fenomena Pachinko, Min Jin Lee Terbitkan American Hagwon
Novel setebal 600 halaman itu ceritain soal kehidupan imigran Korea, impian soal Amerika yang rapuh, dan arti dari sebuah pendidikan. Dalam American Hagwon, ia memilih mengeksplorasi kehidupan setiap keluarga Kores dan memakai kata hagwon yakni lembaga bimbingan belajar swasta setelah sekolah.
Ia bilang,ingin kenalin budaya hagwon pada pembaca internasional. Di Korea, hagwon sering dipakai oleh siswa-siswi yang belajar lagi setelah sekolah formal berakhir.
"Ini adalah hal unik dari budaya Korea, kepercayaan selain pendidikan formal, mereka dapat belajar apapun di dalam hagwon," katanya.
Menurut Min Jin Lee, hagwon dibikin sebagai representasi metafora dari budaya dan masyarakat yang percaya pendidikan adalah yang utama.
Novel ini mengikuti kehidupan keluarga Koh (orang tua John dan Helen, serta anak-anak Bo, DH, dan Mido) dari tahun 1992 hingga 2007. Bagian pembuka berlatar di Daechi-dong (Seoul) pada awal tahun 1990-an.
Setelah krisis keuangan Asia tahun 1997, keluarga Koh memutuskan untuk menetap di Amerika Serikat, menjadikan sebuah sekolah bimbingan belajar bahasa Korea di Orange County, California, sebagai latar utama untuk bagian kedua buku ini.
Anak-anak keluarga Koh, yang berharap akan masa depan yang lebih cerah, semuanya harus bekerja. Ketiganya, pada waktu yang berbeda, bekerja untuk sebuah hagwon (sejenis pekerjaan amal di pedesaan).
Sebagian besar hagwon (lembaga bimbingan belajar), baik di Korea maupun di AS, melatih siswa untuk mencapai keunggulan akademis agar dapat diterima di universitas-universitas Ivy League.
FYI, Min Jin Lee adalah seorang penulis dan jurnalis Korea-Amerika kelahiran 11 November 1968 di Seoul, Korea Selatan. Debut novelnya sukses jadi terlaris: Free Food for Millionaires. Pada 2017, ia menerbitkan novel sejarah epik multigenerasi tentang keluarga diaspora Korea di Jepang, Pachinko.
Buku ini menjadi finalis National Book Award dan diadaptasi menjadi serial televisi oleh Apple TV+. Ia pernah menjabat sebagai penulis residen di Amherst College serta menerima berbagai penghargaan sastra bergengsi, termasuk beasiswa Guggenheim.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
