Kompetisi J+Art Awards 2026 Segera Diumumin, 25 Seniman Masuk Final

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
J+Art Awards 2026
J+Art Awards 2026 (Foto: Tia Agnes/detikcom)
Jakarta - Kompetisi seni J+Art Awards 2026 yang diselenggarakan oleh Connected Art Platform segera umumin pemenangnya pada Sabtu (10/10) malam di RUCI Art Space, Jakarta. Setelah melalui berbagai pameran dan kolaborasi sepanjang tahun, dari 400 pendaftar 43 negara terseleksi jadi 25 seniman.

Memasuki tahun ketiganya, J+Art Awards berkembang sebagai international talent search yang mengenalkan seniman dari berbagai generasi, medium, dan latar belakang lewat penghargaan, pameran, presentasi, dan kolaborasi bersama jaringan mitranya.

Co-Founder Connected Art Platform yang juga jadi juri J+Art Awards mengatakan ada banyak potensi dari seniman Tanah Air yang belum dikenalkan ke luar dan maupun karya seni seniman mancanegara yang bisa dipajang di Indonesia.

"Saya melihat ada banyak potensi itu, dan banyak sekali dari Eropa yang pengin kerjasama dengan Connected Art Platform. Kompetisi ini dibuat lebih universal dengan cara lebih kontemporer, antar negara, dan interdisipliner," ungkapnya saat gathering di RUCI Art Space, Jakarta Selatan, Jumat (9/10/2026).

Edisi pertama J+Art Awards 2024 bekerja sama dengan Saloka Theme Park, berlanjut dengan jaringan ARTOTEL serta Art and Bali. Di edisi ketiganya, Meiro Gallery, ARTOTEL Gelora Senayan, Jatiwangi Art Factory, Art and Bali sampai dengan Miwa Pattern.

"Kami sudah memulai proses pengumpulan karya dan seleksi mulai April lalu. Yang terbaru dari edisi ketiga adalah kategori siswa. Ada 9 siswa yang lolos seleksi, yaitu Aisyah Hillya, Aldric Saverio Akmal, Aliya Sakina Murdoko, Azzahra Adiva, Eisha Badiyya, Glenys Cailyn Bachumair, Inara Yasmina Nuraisha, Raisha Riandra, Sidney Grace Suwandi (AS)," katanya.

J+Art Awards 2026J+Art Awards 2026 Foto: Tia Agnes/detikcom

Ke-29 finalis seniman di antaranya ada Agung Bule (ID), Andreas Lutz (DE), Anthony Tandazo (EC), Bayu Putra Pratama (ID), Dr. Jasmine Pradissitto (UK), Dwiky Aditya (ID), Dyah Retno Fitriani (ID), Farjana Salahuddin (QA), Indra Widiyanto (ID), Ivan Bestari & Asriuni Pradipta (ID), Jesca Delaren (ID), Maryo Pratama (D), Meita Meilita (ID), Minji Sani (ID), Mira Rizki (ID), Mochamad Rizky Aditya (ID), Monika Emania Kristienda (ID), Nandita Basak (IN), Ni Wayan Penawati (ID), Rahardi Handining (ID), Raka Hadi Permadi (ID), Samuel Alexander & Thalia Halim (ID), Suryani Indah Sari (ID), Theano Giannezi (GR), Trio Muharam (ID).

"Setiap tahun, kami selalu ada juri dari pihak akademisi, museum, kurator hingga kolektor seni. Tahun ini, J+Art Awards mengajak Qatar Museum, yang selalu punya perspektif luas," kata Mona Liem.

Director museum Qatar, Dr. Aisha Almisnad, yang datang ke media gathering mengatakan keterlibatan pertamanya dengan CAP jadi langkah yang baik untuk memulai kolaborasi.

"Saya melihat karya-karya seni dengan teknik, medium, lintas disiplin yang lolos seleksi dalam J+Art Awards 2026 yang punya perspektif global dan berkualitas," katanya.

Melalui penilaian kuratorial dari panel juri internasional, kompetisi ini dinilai oleh Dr Aisha Almisnad (Qatar), Prof Noboru Tsubaki (Jepang), Flora Miranda (Austria-Belgia), Mona Liem (Indonesia-Swiss), dan M. Ilham Samudra (Indonesia).

Pengumuman pemenang J+Art Awards 2026 bakal dianugerahkan pada Sabtu malam (10/10) di RUCI Art Space, Senayan, Jakarta Pusat. Ada empat kategori yang diumumin J+ Grand Prize, Impact Award, Innovation Award, Student Award dan Honorary Mention.

Bagi detikers yang ingin melihat karya-karya para seniman masih bisa melihatnya hingga 25 Oktober 2026.

(tia/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO