Menuju Art Jakarta 2026, ara contemporary Boyong 21 Seniman

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Galeri seni ara contemporary di kawasan Senayan, Jakarta Pusat.
ara contemporary ada di Jalan Tulodong Bawah, kawasan Senayan, Jakarta. Foto: Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Art Jakarta 2026 tinggal menghitung hari lagi. Menuju art fair bergengsi di Tanah Air, ara contemporary jadi salah satu galeri seni yang ikut berpartisipasi meramaikan.

Baru berdiri sejak April 2025, ara contemporary yang ada di Jalan Tulodong Bawah, kawasan Senayan, Jakarta Barat, siap unjuk gigi. Di Art Jakarta 2026, mereka memboyong 21 seniman Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

"Kami akan membawa 21 seniman untuk presentasi kami di Art Jakarta. Semua seniman yang kami represent akan kami tampilkan karyanya di Art Jakarta. Ada juga special presentation pada Art Jakarta Spot," kata Founder ara contemporary, Fiesta Ramadanti saat diwawancarai redaksi detikcom, belum lama ini.

Untuk dipresentasi di booth ara contemporary di Art Jakarta, pihaknya bakal membawa sejumlah nama yang sudah dikenal di kancah internasional.

"Kami akan membawa seniman-seniman muda seperti Mark Kristof, Miranda Mazuki, Urubingwaru, juga beberapa seniman-seniman lainnya seperti Iwan Effendy, Wedhar Riyadi, dan Dita Gambiro," ungkapnya.

Lalu, bakal ada kejutan apa lagi nih detikers?

Secara terbuka, Danti nge-spill bakal ada karyanya Nguyen Phuong Linh dalam program Art Jakarta Spot. Karya tersebut juga dengan seri yang sama pernah ditampilkan di Venice Biennale untuk Paviliun Uzbekistan.

"Jadi, for the very first time akan dipamerkan di Indonesia. Kemudian ada juga spesial karya terbarunya Iwan Effendi yang merespons situasi dan kondisi bencana di Indonesia saat ini," terangnya.

Danti juga nge-spill, sama seperti tahun lalu Ipeh Nur bakal hadir dalam presentasi ara. Karya yang dihadirkan Ipeh juga bakal diboyong di pagelaran pameran Tokyo Atlas pada Oktober nanti.

"Ipeh Nur kebetulan akan berpartisipasi pada pergelaran pameran Tokyo Atlas di bulan Oktober tahun ini. Jadi, karya dengan series yang sama dengan Tokyo Atlas juga akan ditampilkan di Art Jakarta," terang Danti.

Baru berdiri sejak tahun lalu, ara contemporary eksis menggelar pameran seni hampir setiap bulannya. Sesuai visinya yang fokus pada platform dan dialog seni secara global, ara mengedepankan seniman-seniman Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

"Kita merasa banyak sekali talenta seniman terutama di Indonesia dan Asia Tenggara yang bisa di-represent di art scene secara global dan merasa bisa mengisi ruang tersebut," tukasnya.

ara contemporary didirikan gak cuma Fiesta Ramadanti saja. Tapi juga bersama dengan Fredy Chandra dan Megan Arlin. Para pendiri memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di institusi seni terkemuka seperti ROH Projects, Mizuma Gallery, dan Sullivan+Strumpf.

Kini, ruang seni yang berpusat pada seniman (artist-centred), fokus pada praktik artistik serta kontemporer dari Asia Tenggara. Galeri ini punya Main Gallery di lantai atas dan Focus Gallery di lantai bawah.

(tia/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO