Art Jakarta 2026 Kasih Spoiler Line-Up Seniman: Etza Meisyara - Korea Focus

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Sejumlah pengunjung memadati area pameran Art Jakarta 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (3/10/2025).
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Gelaran art fair bertaraf internasional, Art Jakarta, segera hadir kembali di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. Skala yang sama besarnya dengan tahun-tahun sebelumnya, makin mengukuhkan posisinya sebagai art fair bergengsi Tanah Air.

Buat detikers yang suka banget sama skena seni rupa yang diboyong Art Jakarta dengan program-programnya, pastinya acara satu ini gak boleh dilewatkan. Dibuka pada 2 Oktober, Art Jakarta 2026 bakal memakai Hall B dan C.

Direktur Artistik Art Jakarta, Enin Supriyanto, kasih spoiler line-up seniman dari lead partner yang dibawanya. Dalam AJ Gallery, bakal ada 75 galeri seni yang berpartisipasi dan 15 di antaranya adalah galeri yang baru.

Di bagian Julius Baer VIP Lounge bakal ada Handiwirman Saputra. Seniman yang berdomisili di Yogyakarta terbilang langka nampilin karyanya di art fair. "Agak sulit untuk diajak kerja sama karena sibuk banget. Ada 4 karya seni baru yang ada di VIP Lounge," ucap Enin saat konferensi pers di ARTOTEL Thamrin, Kamis (17/9/2026).

Berlanjut ada karya seni instalasi Bibit.id, Sea Endry Pragusta yang bakal nampilin Lost at Sea yang memancing refleksi kita dan pentingnya untuk berjaga-jaga in this economy. Seniman asal Bandung, Etza Meisyara sebagai pemenang Treasury Art Prize memunculkan Gravity of the Unheld. Karya seni multisensori bakal bawa pengunjung kepada bunyi, cahaya, wewangian, dan bisa bersentuhan dengannya.

Enin cerita salah satu spoiler lainnya dari penampilan AJ SPOT di Art Jakarta 2026 adalah karya seni Berbunga-bunga: Tribute to Red ciptaan Angki Purbandono persembahan SAL Project.

"Tema ini awalnya dipicu oleh bunga yang tampak sepele. Tiba-tiba memunculkan makna baru saat nyekar ke makam orang tuanya dan pengalaman itu baru ada. Cara yang sama sekali beda, sejak 2 tahun terakhir tema itu yang ditelusuri oleh Angki," terangnya.

Nah, seniman asal Hanoi Nguyen Phuang Linh yang diboyong oleh galeri seni Jakarta yang lagi nge-hype, ara contemporary, ngebawa karya seni Pulse 1 dan Pulse 2. Di bagian lainnya, ada Henryette Louise yang dibawa Artsociates bakal ngebawa karya cetak grafisnya.

Salah satu yang menarik adalah kehadiran Korea Focus. Bagi pencinta seni, bisa melihat tren dari karya-karya seniman muda asal negeri Ginseng yang didukung oleh pemerintah Korea. Serta Nata-Citta Art Space (N-CAS) asal Bali.

"Korea Focus hadir kedua kalinya di Art Jakarta. Nata Citta ini bukan pertama kalinya ikut, selalu punya tema sendiri. Yang menarik ini adalah karya seniman dan pengajar dari ISI Bali, buat mengenalkan karya-karyanya pada publik Jakarta. Karena selama ini gak pernah ada lembaga seni yang mau mengenalkan karya dosennya di ajang yang sifatnya market," kata Enin.

AJ Scope pun menggandeng komunitas dan mini art fair yang konsisten digelar dari Malang hingga Gorontalo. Menurut Enin, penyelenggaraan Art Jakarta dengan tiga karakteristik berbeda, dimulai di awal tahun dengan Art Jakarta Paper, lalu Art Jakarta Gardens, dan Art Jakarta yang bertaraf internasional ingin jadi ekosistem yang tumbuh bareng.

"Sekarang kami punya tiga art fair dengan karakteristik beda. Pokok perhatiannya juga beda, yang ini jadi forum yang terhubung di kawasan Asia Tenggara, papers dengan medium kertasnya, dan Gardens dengan spesifik di outdoor lebih ke social gathering-nya. Kami ingin ekosistem ini tumbuh bareng di skena seni rupa Indonesia," pungkasnya.



(tia/pus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO