Ahmad Tohari 'Perhalus' 27 Halaman Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Ahmad Tohari di Pesta Literasi Indonesia 2026
Foto: Dok.Anisa Hafifah/ Detikcom
Jakarta - Ingat dengan film Sang Penari? Film yang disutradarai Ifa Isfansyah itu diadaptasi dari novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari.

Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk terbit pertama kalinya pada 1982 oleh penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU). Saat perdana rilis, novel itu menggemparkan industri buku karena berlatar Orde Baru yang ceritain soal tokoh seorang ronggeng atau penari bernama Srintil.

Ahmad Tohari cerita kalau novel pertamanya yang melambungkan namanya itu diminta oleh penerbit untuk dihaluskan.

"Saya memang diminta oleh Gramedia untuk menghaluskan kira-kira 27 halaman. Bukan disensor potong, tapi supaya diubah lebih halus lagi seperti itu, ya," ungkapnya saat di panggung Pesta Literasi Indonesia, Urban Forest Cipete, Jakarta, pada Minggu (27/9/2026).

Menurut keterangan penulis asal Banyumas itu, ia mengakui ada bagian yang disensor olehnya sendiri.

"Ada bagian yang disensor tapi saya simpan menjadi rahasia pribadi," tegasnya.

"Ya, seperti itu karena ya memang itu, makanya disensor. Sebetulnya Gramedia tidak meminta menyensor, Tolong diubah menjadi lebih halus," sambung pria berusia 78 tahun tersebut.

Ahmad Tohari mengatakan versi Ronggeng Dukuh Paruk yang dibaca oleh pembaca masa sekarang adalah versi yang sudah lengkap. "Ya, yang Anda baca Ronggeng Dukuh Paruk itu versi yang sekarang," katanya.

Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari bercerita tentang lika-liku kehidupan Srintil, seorang penari ronggeng di sebuah desa kecil yang miskin dan terpencil bernama Dukuh Paruk.

Cerita berlatar kemiskinan ekstrem di pedesaan hingga latar belakang tragedi politik nasional tahun 1965. Dukuh Paruk terseret arus politik masa itu, membuat Srintil mengalami penderitaan berat, fitnah, penahanan, dan akhir hidup yang tragis serta menyedihkan.



(tia/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO