Menelusuri Cloud Dancer di Jakarta Design Collabs 2026

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Jakarta Design Collabs 2026
Foto: Jakarta Design Center
Jakarta - Jakarta Design Collabs 2026 kembali hadir lagi tahun ini. Dibuka pada 15 September, platform kolaboratif yang digelar oleh Jakarta Design Center (JDC) bersama Benda Design Hub gabungkan pelaku seni di industri kreatif untuk memajang karya seni instalasi yang berbasis pengalaman ruang.

Cloud Dancer jadi tema yang diusung tahun ini. Ada 7 instalasi yang dirancang buat ngajak pengunjung melihat desain dan seni dari perspektif yang lebih luas. Di dalamnya, kamu bakal diajak buat menelusuri ruang, material, cahaya, tekstul, emosi hingga interaksi manusia.

Ren Katili dari Benda Design Hub mengatakan Jakarta Design Collabs tahun ini bukan lagi menggandeng tenant-tenant yang ada di JDC namun gaet dari pelaku industri di luarnya.

"Jakarta Design Collabs jadi platform saat terjadinya pertemuan antara ide, desainer, brand, material, dan ruang. Menariknya, setiap desainer punya cara yang beda dalam menerjemahkan tema dan merespons ruang yang tersedia," katanya saat jumpa pers di JDC, Selasa (15/9).

Direktur Utama JDC, Syahri F, mengakui setelah pandemi ada beberapa tempat desain dan seni yang buka dan berhasil mengambil 'posisi' dalam kancah nasional. Baginya, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk mengembangkan dan 'membuka diri'.

Jakarta Design Collabs 2026Jakarta Design Collabs 2026 Foto: Jakarta Design Center

"Aa beberapa tempat setelah COVID yang buka. Buat kami satu tantangan untuk mengembangkannya, untuk buat event yang re-branding JDC itu sendiri. Di bidang seni dan desain pada khususnya. Di sini, beberapa kali pameran lukis, event di 2024 dan 2025," katanya.

Ia mengatakan ingin mengenalkan JDC lebih luas lagi kepada publik umum. "JDC membuka diri, gak terbatas di bidang interior karena sejak awal dibangun tahun 1980-an, untuk menggairahkan kegiatan di bidang ekonomi juga," tegas Syahri F.

Ada 7 karya instalasi dengan 7 perspektif yang dihadirkan. Dimulai dengan The Materialist karya Mira Prihatini dan Luthfi Hasan, yang berangkat dari gagasan bahwa ruang punya cerita dan selalu ada material yang terlebih dahulu bicara.

Ruangan kedua, Hening Megantara karya Agdith Tan yang merupakan refleksinya mengenai makna meditasi dan momen ketika seseorang kembali terhubung dengan dirinya sendiri. Berlanjut ke The Salotto ciptaan Shania Tahir yang mengambil inspirasi dari bahasa Italia artinya ruang keluarga atau ruang tamu. Di ruang inilah, percakapan terjalin.

Desainer Iron Rabani hadirkan NaNaNa yang ceritain seorang anak menuju rumah impiannya. Bagian ini playful dan artsy banget dan seakan menerjemahkan rasa pulang.

Ren Katili mempertemukan ruang antara arsitektur dan fasion dalam The Third Skin. Berlanjut ke Renungan karya Ririk Yakub yang seakan mengajak jeda dari ruang yang terus bergerak. Instalasi menghadirkan pengalaman buat memperlambat langkah dan ninggalin dunia yang riuh serta bising.

Eksibisi berlangsung hingga 15 Oktober 2026 dari pukul 10.00 sampai 19.00 WIB.

(tia/tia)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO