Gelombang Monster Darbotz Mejeng di Rusia

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Seniman Darbotz
Foto: Vadim Martynenko/ Instagram
Jakarta - Dari Indonesia, goresan monsterball ala street artist Darbotz kini mejeng di Rusia. Karya-karya grafiti buatannya menyebar ke dataran benua Rusia dan kini bisa dilihat penikmat seni jalanan di sana.

Lewat pameran Gelombang Monster yang dikuratori oleh Yuliya Klimko, eksibisinya menjadi proyek khusus dari Biennale Seni Visual Internasional Vladiovostok. Pameran seni dua tahunan yang mengusung tema Metacenters: A City Without Peripheries, diselenggarakan oleh ENSO Foundation for Cultural Initiatives.

Proyek seni di Vladiovostok melibatkan Darbotz yang konsisten menunjukkan bagaimana seni jalanan dalam beberapa dekade terakhir beranjak dari pinggiran jadi kancah seni internasional.

"Karakter ciptaannya Darbotz, Cumi Kong, jadi sosok fantastis yang terinspirasi dari bentuk cumi-cumi, muncul di jalanan Jakarta dan menjadi sarana bagi sang seniman," tulis keterangan kuratorial yang diterima detikcom.

Lewat karya-karya grafitinya, Darbotz bicara soal kota sebagai organisme yang kompleks, hidup, dan penuh kontradiksi. Sejak awal berkarya, Darbotz tetap anonim dan menegaskan pernyataan artistik lebih utama ketimbang riwayat hidup di depan mata publik.

"Ini bukan sekadar sikap estetis namun juga etika penting dalam seni jalanan. Karya tersebut harus hadir secara mandiri di tengah kota, menjalin kontak langsung dengan penikmatnya tanpa perantara nama, status, ataupun kerangka penjelasan," tulisnya.

Bagi project Vladivostok, kehadiran mural Darbotz bawa makna berlapis. Sosok makhluk laut jadi citra utama di kota pelabuhan yang menghadap Samudera Pasifik. Tentakel Cumi Kong dimaknai sebagai metafora bagi struktur kota itu sendiri.

Bagi tim kurator, mural karya Darbotz di Vladivostok akan menjadi pernyataan internasional dalam lanskap perkotaan sekaligus penanda visual hubungan antara wilayah Timur Jauh Rusia dan kawasan Asia-Pasifik.

Dalam seri Wajah Binatang yang Tangguh, jadi titik awal bagi project Vladivostok. Monster-monster Darbotz dibuat untuk bertahan diri dalam lingkungan yang terus berubah. Dibuat pada tahun 2023, seri ini terdiri dari 16 karya dan pernah ditampilkan di Yogyakarta dan Jakarta.

Tapi khusus untuk pameran ini, Darbotz ciptain karya-karya terbaru yakni figur-figur berskala besar yang dilukis di atas kanvas lalu dipotong ikuti kontur gambar. Figur itu dilepas dari bingkai dan memasuki ruang galeri.

Sosok-sosok monster Darbotz kini gak lagi ada di jalanan Ibu Kota maupun kota-kota penyanggah Jakarta, namun berhasil bertransformasi dan memasuki Rusia dengan cara yang 'outstanding'.



(tia/pus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO