Serial Gachiakuta karya Kei Urana yang terbit di Kodansha, sukses diadaptasi ke anime. Studio Bones berhasil menghidupkan Gachiakuta yang dipengaruhi oleh gaya streetwear terpopulernya.
Dipadukan nuansa dunia pasca-apokaliptik yang kelam dan grungy, Gachiakuta tampil beda ketimbang serial anime lainnya. Lepas dari lonjakan popularitasnya di kalangan umum selama setahun terakhir, Kodansha mendadak umumin komiknya bakal hiatus tanpa batas waktu yang pasti.
"Setelah penerbitan bab ke-173 pada 4 Agustus 2026 sampai sekarang, belum ada tanggal resmi yang ditetapkan untuk perilisan bab 174," tulis keterangan Kodansha.
Dalam unggahan resmi di laman X milik Shonen Magazine dan Kodansha disebutkan Gachiakuta hiatus tanpa sebab yang diketahui secara pasti. Tapi muncul banyak spekulasi mengenai alasan Kei Urana mutusin buat ambil jeda.
"Hiatus dijelaskan karena alasan demi riset penulis," tulis Kodansha.
Biasanya riset yang dilakukan komikus untuk mendalami elemen-elemen dari cerita tertentu. Seri manga populer lainnya juga pernah mengambil jeda serupa di masa lalu, termasuk seri besar seperti One Piece saat Eiichiro Oda kerap mengambil jeda riset selama sebulan.
Komikus Hirohiko Araki yang buat JoJo's Bizarre Adventure juga sering bepergian ke berbagai negara dan kota yang ingin dijadikan referensi untuk alur cerita mendatang.
Meskipun kabar hiatus ini bikin kecewa, penggemar juga berharap Kei Urana bakal comeback dengan ide-ide segar buat melanjutkan ceritanya.
Simak Video "Video: Industri Komik Indonesia Dinilai Sulit Berkembang"
(tia/pus)