Namanya juga budak korporat, kalau akhir pekan masih aja duduk kerja di depan laptop artinya kamu benar-benar seorang workaholic. Sebagai seorang pekerja kantoran dengan gaji imut, aktivitas setiap hari seakan-akan bikin frustasi yang gak ketulungan.
Perasaan burn out itulah yang dialami oleh Vina Pandunidup (Made Aurellia), si pekerja kantoran Ibu Kota. Sepulang kerja, ia memasuki kamar dengan kondisi wajah yang cemberut dan jelek banget. Ia merasa lelah sekaligus bingung karena butuh uang untuk bertahan hidup tapi juga ada rasa capek kerja.
Si mamah yang hobi dasteran masuk ke dalam kamar Vina. "Ngapain sih Vina muka ditekuk gitu," tanya Mamah sama Vina.
Vina jawab, aktivitasnya sebagai pekerja kantoran benar-benar toxic. Di kantor toxic, di jalanan juga sama, dan pemerintahan juga toxic, yang disambut dengan gelak tawa penonton.
Di tengah rasa frustasi, Vina bersama teman-teman khalayannya serasa menemukan makna untuk bertahan hidup lagi. Ada Sugeng berkumis dengan memakai kostum Teletubbies merah yang sukses bikin ketawa siapapun yang nonton. Sukses berhasil bikin ice breaking yang ngajak ketawa penonton dan mulai membius dengan alur pembuka musikal Absurd.
Sugeng ketemu lagi dengan Vina di dalam kamarnya yang lagi merenung. Dia ngajak Vina buat time travel ke masa kecil. Dimulai dari saat masih sebelum Vina lahir ke dunia, ngefans sama Chibi Maruko Cuan, Christuna Aguilera, Haji Shinchan dari Condet, Om Botak si Guru BP, Emo Vina, sampai karakter Si Paling Tahu/ Zigot.
Sepanjang pertunjukan 1 jam 30 menit, kamu bakal ngerasain pentas musikal yang gak biasa. Penuh unsur komedi, bikin ngakak yang gak berhenti, satire banget, interaksi dengan penonton yang membaur dan tanpa batas hingga dialog yang menyentil keseharian kita.
Meskipun artistik panggung biasa-biasa saja dan tanpa properti yang wah serta megah, namun musikal Absurd punya pesona unik. Dialog komedi, nyanyian lagu yang ikonik, karakter ciamik, dan yang terpenting pentas ini sukses menghibur penonton.
Sarat Kritik Sosial
Musikal Absurd: Hidup Segan But I'm Not Done juga penuh dengan kritikan sosial dan politik. Vina dan Sugeng, si karakter utama nyadarin banget kondisi pekerja kantoran yang ngejlimet ini juga penuh sentilan-sentilun pada kondisi yang terjadi belakangan ini. Mumetnya Vina sama saja seperti seorang WNI yang melakukan 'ibadah panjang di tengah rezim saat ini'.
Yup, musikal Absurd yang disutradarai oleh Aulion berhasil menyulap komedi dengan cara unik. Di kritikan pertama soal kondisi rezim yang toxic saat obrolan Vina dan Sugeng. Momen berikutnya, ada Chibi Maruko Cuan yang bawa ompreng dan nyentil 'katanya bergizi tapi kok gak ada gizi'. Ada juga momen saat Guru BP di SMA Vina yang kepalanya botak lagi diledekin Sugeng.
"Gak apa-apa botak, yang penting gak ditanami sawit," ucap Om Botak yang disambut gelak tawa.
Gak sampai di situ saja, soal Mayor hingga anggaran koperasi juga menyentuh dialog dalam musikal Absurd. Seakan-akan musikal ini ngajak penonton buat ngakak bareng dan ngetawain yang terjadi dalam hidup. Ya, namanya hidup dibawa lucu saja, betul begitu Vina dan Sugeng?
Usai redaksi detikpop selesai nonton pertunjukannya pada Jumat malam (4/9), keluar ruang teater dengan hati penuh dan hangat. Rasanya seperti, oh ini rasanya menertawakan kondisi diri sendiri yang budak korporat dan lelahnya ada di rezim ini.
Simak Video "Video: Musikal Absurd Hadir Lagi, Dijamin Lebih Absurd!"
(tia/ass)