Yumi's Cells 3 Episode 1-2: Masih Manis, Lucu, dan Emosional

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Yumis Cells 3
Foto: dok. tvN
Jakarta - Gak ada drama Korea seperti Yumi's Cells, sejauh ini. Sejak penayangan musim pertamanya tahun 2021, drakor TVING dan tvN ini sukses banget ngasih standar baru buat drakor gabungan live action kehidupan Yumi (Kim Go Eun) dengan animasi apik dari sel-sel dalam tubuhnya.

Diadaptasi dari webtoon karya Lee Dong Gun, Yumi's Cells nyeritain Kim Yumi dalam menavigasi kehidupannya di usia 30an. Setiap season menampilkan dinamika Yumi dengan cowok-cowok berbeda yang ngaruh banget ke cara pandangnya soal hidup, dan bagaimana dia bertumbuh sebagai manusia seutuhnya.

Meski kemasan drakor ini fun ala rom-com, setiap episode selalu ngajak penonton menyelami proses berpikir dan emosi Yumi. Ini direpresentasikan oleh para sel dengan karakter beragam dan tugas-tugas berbeda.

Season 2 ditutup dengan usaha Yumi buat keluar dari hubungan toxic yang gak dia sadari dengan Babi (Park Jin Young). Bukan toxic yang dramatis-serius gitu ya. Tetap ringan kayak popcorn. Di akhir season itu, Yumi juga lebih mengenal dirinya sendiri dan pada akhirnya mendewasa.

Kedewasaan Yumi langsung ditunjukkan lewat pembukaan season 3.

Yumi kini gak lagi jadi pegawai kantoran (yang sebenarnya dia gak suka-suka amat). Dia berani mengambil risiko dan mengejar mimpinya sebagai penulis novel romansa.

Di dua episode pertama Yumi's Cells 3, kita udah masuk ke fase hidup Yumi sebagai penulis terkenal. Dia udah merilis beberapa novel populer.

Dulu sel utama dalam tubuhnya dalah Sel Cinta, yang membawa Yumi dalam petualangan mencari pasangan paling tepat buat dirinya. Kini, Sel Cinta menghilang. Faktanya, nyaris semua sel dalam tubuh Yumi (kecuali Emosi, Akal, Lapar, sesekali Sel Adab muncul buat ngasih wejangan) sedang dalam fase koma.

Gak ada lagi hal di dunia ini yang ngasih spark ke hidup Yumi.

Sel Utama Yumi sekarang berubah dari Sel Cinta ke Sel Penulis. Yumi lagi dalam mode bekerja, bekerja, bekerja, sampai dia nyaris mati rasa. Di situlah kemudian Shin Soon Rok (Kim Jae Won) muncul dalam hidupnya, menjabat sebagai editor baru buat proyek buku teranyar Yumi.

Cowok ini kaku, gak banyak bicara, tapi juga ambisius dan penuh misteri. Ketertarikan Yumi ke Soon Rok bukan karena dia tinggi, tampan, dan punya aura penuh pesona, tapi karena dia nyebelin.

Yumi nyaris benci cowok ini. Tapi di saat yang sama, penonton sadar kalau kebencian itu justru membuat Yumi kembali hidup. Sel-sel yang tadinya koma, keluar dari kapsul hibernasi dan beraksi lagi. Emosi-emosi yang tertahan, balik eksis karena terbakar kebencian kepada Shin Soon Rok.

Dua episode pertama Yumi's Cells 3 langsung menyapa dan menarik penonton lama buat masuk lagi ke Desa Sel Yumi. Melihat bagaimana tingkah masing-masing dari mereka, sebagai representasi hiperbola dari tindakan Yumi di dunia nyata.

Pola berceritanya masih sama. Sel Akal ambil alih jadi narator, menceritakan apa yang terjadi di desa hari itu.

Keputusan buat masuk ke cerita baru tanpa ba-bi-bu (meski tetap ada penjelasan singkat kenapa sel-sel menghilang) bikin Yumi's Cells 3 jadi gak dragging.

Fans lama bisa akan langsung nyambung ke apa yang ingin disampaikan sutradara Lee Sang Yeob dan duet penulis Song Jae Jung-Kim Kyung Ran, lewat akting tier SS Kim Go Eun dan para pengisi suara para sel yang jadi penopang penting dalam dramatisasi cerita.

Kamu akan dapat hiburan dengan rom-com antara Yumi dan Soon Rok. Di saat yang sama, juga penonton tetap diajak buat berkontemplasi soal rumitnya emosi dan pikiran manusia. Tapi tenang, para sel akan membuat proses ini jadi lebih seru. Rasa cinta sel-sel ini ke Yumi (yang sebenarnya adalah bentuk dari self-love Yumi) tetap manis bahkan setelah 3 season.

Yumi's Cells 3 bisa disaksikan di HBO Max setiap Senin-Selasa. Kamu perlu berlangganan untuk nonton.


(aay/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO