Produser Gak Nyangka Suara Azan di Jaadugar: A Witch in Mongolia Dipuji

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia
Foto: Istimewa
Jakarta - Saat episode pertama anime Jaadugar: A Witch in Mongolia tayang pertama kalinya, ada detail suara azan yang dimasukkan. Gak disangka kehebohan adanya suara azan mendapatkan pujian oleh berbagai pihak termasuk penggemar anime di Indonesia.

Direktur Eksekutif di balik Jaadugar: A Witch in Mongolia, Naoko Yamada, mengatakan saat video promosinya dirilis, awalnya ia berpikir hal yang berbeda.

"Saya membayangkan orang-orang pasti berpikir 'Saya gak menyangka akan membuat anime tentang topik ini di Jepang," ucapnya dalam sebuah wawancara, seperti dilansir dari Anime Trending.

Ia begitu kaget saat banyak orang yang tertarik pada agama Islam, sejarah Mongolia, dan Persia pada abad ke-13.

"Banyak orang yang antusias melihatnya diangkat menjadi anime. Awalnya saya mengira ini adalah topik yang cukup spesifik atau niche, tapi saya sengat tersentuh oleh reaksi semua orang dan tanggapan positif yang saya lihat," tegasnya.

Demi mewujudkan cerita sesuai adaptasi manga aslinya, tim produksi Science SARU gak mau sembarangan. Mereka bekerja sama dengan budayawan dan sejarawan yang meneliti soal Mongolia untuk memandu memahami detail-detail tersebut.

"Ada sejumlah topik sensitif yang harus kami angkat dalam anime ini dan banyak aspek budaya Mongolia sepenuhnya yang belum kami pahami di awal pengerjaan. Kami mengandalkan budayawan dan tim ahli sejarah Mongolia. Kami ingin tetap ada di jalur yang tepat," sambungnya.

Buat detikers yang ingin nonton anime Jaadugar: A Witch in Mongolia, episode terakhirnya bakal tayang 12 September. Sebelum menuju ending, kamu bisa nonton episode-episode sebelumnya ya.



(tia/pus)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO