Panggung Teater Kelas Dunia King Lear Tampil di Jakarta 16-17 September

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Jumpa Pers Teater King Lear pada Senin (31/8/2026).
Foto: Dok.Bumi Purnati Indonesia
Jakarta - Bumi Purnati Indonesia dan Suzuki Company of Toga (SCOT) dengan dukungan The Japan Foundation bakal menampilkan pertunjukan teater kelas dunia, King Lear. Dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, pada 16-17 September 2026, pentas sekelas dunia ini disutradarai oleh Tadashi Suzuki seorang legenda teater dunia asal Jepang.

Pentasnya diperankan oleh aktor dari 8 negara yakni Indonesia, Jepang, Italia, Amerika Serikat, Rusia, Korea Selatan, China, dan Chili. Sepanjang 1 jam 40 menit, pertunjukan bakal dibawakan ke dalam 7 bahasa.

Direktur The Japan Foundation Jakarta, Inami Kazumi, pertunjukannya adalah peristiwa yang sangat istimewa karena kolaborasi seni teater Jepang dan Indonesia.

"Tadashi Suzuki sudah berusia 90 tahun. Ia adalah generasi pertama dari seni teater kontemporer Jepang dan mengenalkan metode Suzuki Method, yang membuka pelatihan di desa terpencol, Toga. Banyak orang Eropa, Amerika, dan belakangan Asia belajar Suzuki Method, metode yang mengolah tubuh dan punya keunikannya tersendiri," ucapnya saat jumpa pers di The Japan Foundation, Senin (31/8/2026).

Sejak 10 tahun lalu ketika The Japan Foundation membangun Asian Center, SCOT pun digandeng untuk berkolaborasi. Termasuk dengan pertunjukan King Lear.

Direktur Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum mengatakan naskah King Lear sudah dipentaskan SCOT sejak 1984 silam.

"Sudah berganti aktor dan berjalan di beberapa negara. Ada aktor utamanya asal Rusia yang lama, mereka para aktor berlatih baca teks di negara masing-masingnya lalu latihan di Toga selama 2 bulan. Ini masih di Toga," kata Restu.

Jumpa Pers Teater King LearJumpa Pers Teater King Lear Foto: Dok.Bumi Purnati Indonesia

Menariknya, produksi King lear kali ini pemeran utamanya dipilih asal Indonesia. Ada aktor asal Yogyakarta, Jamaluddin Latif, yang sudah bertahun-tahun terlibat dalam pelatihan Metode Suzuki untuk Aktor.

Peran Lear sebelumnya selama bertahun-tahun dimainkan oleh aktor Jerman Goetz Argus. Setelah wafatnya Goetz Argus, peran tersebut kini diteruskan kepada generasi berikutnya.

"Kalau sudah melakukan kerjasama artinya kepercayaan. Dari situlah Suzuki mulai melihat aktor-aktor yang datang ke Toga, melihat satu per satu, tata caranya, jalannya, saya konsultasi juga. Pemilihan Jamal ini dipilih langsung oleh Suzuki, rapat berkali-kali lewat pertemuan dan zoom," ungkapnya.

Keunikan lainnya, para aktor akan membawakan dengan bahasa mereka sendiri. Selain Jamaludin Latif dari Yogyakarta, ada Wahyu Kurnia asal Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Ahmad Fauzi dari Pandeglang.

King Lear Versi Tadashi Suzuki

Salah satu kekuatan konseptual King Lear versi Suzuki adalah pemindahan dunia kerajaan ke sebuah rumah sakit atau ruang perawatan orang tua. Lear tidak semata hadir sebagai seorang raja, tetapi sebagai lelaki tua yang hidup bersama ingatan dan pikirannya sendiri. Dari ruang itu, batas antara kenyataan, ingatan, dan halusinasi menjadi kabur. Kerajaan dapat dibaca sebagai ingatan. Pengkhianatan anak-anaknya sebagai trauma.

Badai menjadi kekacauan dalam tubuh dan pikirannya. Kita tidak lagi hanya menyaksikan seorang raja menjadi gila. Kita seperti memasuki pikiran seorang manusia tua yang merasa dirinya pernah menjadi raja. Pertanyaan Shakespeare pun memperoleh konteks baru: Apa yang tersisa dari seseorang ketika kekuasaan, keluarga, penghormatan, dan dunia yang pernah mengelilinginya perlahan menghilang?

Lear menyerahkan kerajaannya kepada Goneril dan Regan setelah keduanya mengucapkan cinta dengan kata-kata yang berlebihan. Sebaliknya, Cordelia, putri bungsunya, menolak menjadikan cinta sebagai pertunjukan retorika. Kejujuran itu membuat Lear murka. Cordelia diusir. Sejak itulah dunia Lear mulai runtuh.



(tia/ass)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO