Dua Pentas Teater Indonesia Melaju ke Venice Biennale 2026
Dua produksi teater itu yakni Under The Volcano dan Hikayat Perahu atau The Tale of Boat. Direktur Artistik Bumi Purnati Indonesia, Restu Imansari Kusumaningrum, mengatakan ini pertama kalinya teater Indonesia hadir di Festival Teater Internasional di Venice Biennale.
"Jika Venice Biennale usianya sudah 150 tahun dan digelar dua tahunan fokus pada seni rupa, festival teater ini baru berusia 50 tahunan dan mengkurasi berbagai produksi teater di dunia," ucapnya saat jumpa pers di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).
Festival Teater Internasionalnya akan menghadirkan 200 seniman dalam 55 acara, termasuk 11 acara produksi dan co-produksi. Di antaranya ada 10 world premiere, 2 perdana Eropa, dan 4 perdana Italia. Sekitar 610 pelamar mengajukan proposal pementasan yang temanya tahun ini Alter-Native.
"Kami mengirimkannya juga last minute, 24 jam sebelum ditutup. Dua hari berikutnya ditelepon kalau Indonesia masuk ke festival, lolos seleksi, dan 6 bulan kami menyiapkan pertunjukannya sebelum 20 teman-teman seniman diberangkatkan ke Venesia," sambung Restu.
Jumpa pers pertunjukan Under the Volcano dan Hikayat Perahu pada Kamis (7/5/2026) di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom |
Bumi Purnati Indonesia memboyong dua pertunjukan yang Under The Volcano diproduksi pertama kalinya di tahun 2014 dan sudah world premier di China dan juga Candi Borobudur, Magelang. Pihaknya pun bakal memboyong aktor dan musisi dari Sumatera Barat, Surabaya, Aceh, dan Makassar.
Restu cerita kalau awalnya mengirimkan produksi lainnya, namun pihak kurator festival memilih dua produksi dengan berbagai pertimbangan.
"Ketika kita mengirimkan proposal, dua produksi itu yang dipilih karena merepresentasikan budaya Melayu. Indonesia benar-benar dicari untuk festival biennale tahun ini. Memang harus ada native-nya, sesuai tema mereka," sambungnya.
Baca juga: Indonesia Menuju Venice Biennale 2026 |
Pentas Under The Volcano digelar di Teatro alle Tese, Arsenale pada 16-17 Juni 2026. Berlanjut Hikayat Perahu di lokasi yang sama pada 18-19 Juni 2026.
Sementara itu, Direktur Instituto Italiano di Cultura (IIC) Jakarta, Michele Cavallaro mengatakan kehadiran dua produksi Indonesia ke Venesia disambut baik oleh pemerintah Italia.
"Saya merasa penting pentas yang menampilkan warisan Indonesia ditampilkan ke dunia, khususnya seni tradisi lokal ke kancah global dan kami berharap ke depannya bakal mengembangkan project lainnya bersama-sama di Indonesia," ucapnya.
Selain pentas teater dari Indonesia, ada pertunjukan dari Cries karya Christos Stergioglou dan Alexandros Drakos Ktistakis (Yunani), trilogi Romance familiar (Ragada, Good Bye Lindita, Taverna Miresia) karya Mario Banushi (Yunani-Albania), Mugen Noh Othello karya Satoshi Myiagi (Jepang), Mischief Dance: A Journey Through Rhythm and Spirit karya Sharmila Biswas dan Odissi Dance (India), Star Returning: Venice karya Lemi Ponifasio (Selandia Baru), Hewa Rwanda: Letter to the Absent karya Dorcy Rugamba (Rwanda), duo Angelique Kidjo-Thierry Vaton (Benin-Prancis), hingga perdana dunia I fantasmi di Basile karya Emma Dante (Italia).
(tia/pus)












































