IDCO Pentaskan Cinderella di Momen Perayaan Satu Dekade
Kamu yang ngefans dengan pentas balet siap terbuai dalam perayaan satu dekade IDCO ini?
Associate Artistic Director IDCO, Siti Soraya, mengatakan pertunjukan dengan cerita universal Cinderella sengaja dipilih tim dengan berbagai pertimbangan.
"Cerita ini mudah diterima oleh masyarakat umum, masih ada teknik klasik baletnya, tapi gak seperti musikal, kami tidak ada dialog. Mimik juga harus jelas agar penonton paham," katanya saat diwawancarai redaksi detikcom di Teater Besar, Jumat (28/8).
Menurut Siti Soraya, pentas Cinderella versi IDCO dibuat lebih banyak ke gesture. "Jadi kita coba mengatur gerakan natural ke dalam alur balet," ucapnya.
Artistic Director IDCO, Claresta Alim, pun menimpali ada dua act untuk menampilkan pertunjukan Cinderella. Kisahnya sama seperti versi Disney, namun ada sentuhan khas balet dan artistik ala IDCO.
"Kalau pentas balet Cinderella biasanya terlalu klasik. Buat orang awam jadi gak terlalu kenal, musiknya kami ubah juga, lebih ke neo-klasikal," terangnya.
Sepanjang durasi dua jam, ada satu momen yang menurutnya magis banget. Momen itu terjadi di act kedua, saat saudara-saudara tiri dari Cinderella keluar dan coba berantakin rumahnya. Ada empat peri dari setiap musim mendatangi Cinderella, dan berkata 'boleh ikut pesta tapi sampai jam 12 malam saja.'
"Itu momen magisnya, saat Cinderella ganti kostum," terangnya.
Hampir Sold Out
Indonesia Dance Company (IDCO) menampilkan pertunjukan balet spektakuler Cinderella di Teater Besar, kompleks TIM, Jakarta Pusat, 29-30 Agustus 2026. Foto: dok. Reynold Setiadi/IDCO |
Pentas yang digelar untuk perayaan satu dekade ini, diakui Executive Director IDCO, Fifi Sijangga, sudah sold out dan tersisa tiket untuk hari kedua 'sedikit'.
"Sudah 90 persen hampir sold out. Bisa dibilang ini pencapaian kita ya, mempertahankan IDCO di usianya yang menginjak 10 tahun. IDCO terbilang up and down ya perjuangannya 10 tahun ini, dari yang mencari penonton, jualan tiket, banyak yang gak ngerti sama pertunjukan balet. Ini pelajaran dan pengalaman kami di produksi besar, besarnya perjuangan kami di usia 10 tahun ini," ucap Fifi.
IDCO resmi berdiri sejak 1 Oktober 2016 di Jakarta. Dibentuk sebagai perusahaan tari balet profesional pertama di Indonesia, yang bertujukan memajukan potensi penari lokal agar dapat berkarier fulltime sebagai balerina dan kompetitif layaknya dance company di luar negeri.
Meskipun baru diresmikan pada tahun 2016, latar belakang sejarah IDCO tidak terlepas dari kontribusi Marlupi Sijangga, tokoh balet legendaris yang mendirikan Marlupi Dance Academy (MDA) sejak tahun 1956.
IDCO lahir sebagai langkah penerus dari anak dan cucu Marlupi, yaitu Fifi Sijangga dan Claresta Alim, untuk membawa dunia seni tari Indonesia ke jenjang yang lebih profesional.
(tia/aay)

