Jaadugar: A Witch in Mongolia Melesat, Peringkat Top Anime Terfavorit!

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Anime Jaadugar: A Witch in Mongolia
Foto: Istimewa
Jakarta - Baru saja tayang sejak sebulan yang lalu, serial anime Jaadugar: A Witch in Mongolia melesat banget nih genks. Animenya kini berhasil jadi peringkat pertama terfavorit pekan ini.

Voting yang diunggah oleh situs Anime Trending itu menempatkan anime yang detail latarnya ada suara Azan di posisi jawara hasil produksi dari Science SARU. Setiap pekan, Anime Trending mengunggah daftar anime yang paling banyak ditonton sepanjang musim.

Di posisi kedua, ada anime Goodbye, Lara produksi dari Kinema Citrus, lanjut Mushoku Tensei: Jobless Reincarnation karya Studio Bind, Kaiju Girl Caramelise, serta You and I Are Polar Opposites season kedua.

Lima anime berikutnya ada The 100 Girlfriends Who Really, Really, Really, REALLY Love You season 3, Smoking Behind The Supermarket with You karya studio Asahi Production, Though I Am an Inept Villainess, I Want to Love You Till Your Dying Days, dan Saga of Tanya the Evil season 2.

Ada banyak alasan yang bikin anime Jaadugar: A Witch in Mongolia menduduki posisi teratas. Awal Juli lalu, animenya memasukkan suara Azan sebagai pembuka adegan. Suara Azan dari awal sampai akhir tanpa terpotong itu menjadi pujian dari masyarakat muslim seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Sang karakter utama yang memakai hijab panjang dan menutup wajahnya tampak berlari-lari dan menuju ke sumber suara. Saat berada di depan bangunan masjid yang ada kubah, ia membuka penutup wajahnya dan tampak takjub lalu tersenyum.

Sepanjang industri anime Jepang, jarang banget ada anime yang berani mengangkat budaya Mongol-Persia sampai sedetail tersebut. Bahkan sengaja memasukkan azan ke dalam scene.

Berlatar abad ke-13 di kekaisaran Mongol, animenya menceritakan soal Fatima atau Sitara seorang anak perempuan muslim Persia yang cerdas dan punya pengetahuan di bidang pengobatan.

Takdir membawanya ke lingkungan kekaisaran Mongol, tempat ia harus menghadapi intrik politik dan perubahan sejarah.



(tia/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO