Teater Keliling yang berdiri sejak 50 tahun lalu gak pernah lelah berhenti berkarya. Selama lebih dari lima dekade, kelompok teater tertua di Indonesia itu sukses mementaskan lebih dari 1.700 pementasan ke berbagai provinsi dan 12 negara di dunia.
"Sebagai sebuah komunitas yang jadi yayasan, sebagai komunitas teater yang sudah konsisten di dunia teater, kurang lebih 1.700 pementasan keliling sudah diselenggarakan ke seluruh provinsi dan 12 negara di dunia," kata Ketua Yayasan Teater Keliling, Dolfry Inda Suri saat diwawancarai di kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, belum lama ini.
Teater Keliling berdiri sejak 13 Februari 1974 di Jakarta dan punya misi utama untuk mencerdaskan bangsa khususnya di kalangan muda lewat pendidikan karakter yang gak berorientasi profit.
"Kami ingin mempromosikan teater, budaya, dan sejarah melalui wadah yang menyenangkan bagi generasi berikutnya. Agar kisah berbau sejarah dan budaya bisa teregenerasikan dengan baik," ungkapnya.
Pada 22-23 Agustus 2026 di Teater Besar, kompleks Taman Ismail Marzuki, Teater Keliling segera mementaskan panggung musikal yang terinspirasi dari legenda Si Pitung. Pertunjukan berjudul Immortal The Musical jadi pementasan perdana yang disutradarai Dolfry selepas dari masa kejayaan generasi pertama yang dipegang ayahnya, Rudolf Puspa.
Pendiri Teater Keliling yang juga dramaturgi bagi lakon ini, Rudolf Puspa, cerita saat putrinya yang jadi generasi kedua dari grup tersebut cerita ingin mementaskan naskah Si Pitung, ia langsung tertarik.
"Pitung adalah legenda tentang keberanian yang membela rakyatnya, apalagi bisa diciptakan oleh sutradara kelahiran milenial. Saya selalu menyatakan 'Teater itu adalah Saya'. Kalian itu adalah aktor dalam kehidupan maupun panggungnya, ini mau main jadi ini, gimana cari Pitung yang ada di dalam dirimu," ucap Rudolf Puspa.
Simak Video "Belajar Tari Tortor di Desa Simamindo dan Menikmati Keindahan Budaya di Samosir "
(tia/wes)