Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati Cetak Ulang ke-100

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Penulis Brian Khrisna merayakan syukuran cetakan ke-100 novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati.
Foto: Dok.Penerbit Grasindo
Jakarta - Novel Indonesia yang berhasil cetak ulang ke-100 kalinya cuma ada segelintir. Novel Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna dan diterbitkan oleh penerbit Grasindo merayakan syukuran cetakan yang mencapai angka sakral tersebut di Gramedia Jalma, Jakarta Selatan, akhir pekan lalu.

Terbit perdana sejak Februari 2025, novelnya tercatat lebih dari 250 ribu eksemplar terjual. Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati pun menjadi salah satu buku terlaris selama setahun terakhir.

Lewat karakter Ale, Brian Khrisna menghadirkan potret perjuangan seseorang dalam menghadapi depresi secara jujur dan manusiawi. Karyanya memuat percakapan sederhana, detail kecil, dan bahkan seporsi mie ayam dapat menjadi simbol harapan dan alasan untuk terus melangkah.

Dalam keterangan pers yang diterima detikcom, salah satu pendekatan cerita yang emosional namun penuh humor itu jadi salah satu daya tarik bagi pembaca.

"Saya tidak pernah menyangka perjalanan novel ini sampai di titik cetakan ke-100, diterjemahkan ke bahasa lain, bahkan diadaptasi menjadi film. Buat saya, pencapaian terbesar bukan hanya angka penjualan tapi ketika pembaca merasa dipahami lewat cerita ini," ujar Brian Khrisna.

Sejak awal rilis, novelnya sudah berkeliling tur ke empat kota lalu diterbitkan ke edisi bahasa Jepang dan Malaysia, serta diadaptasi jadi film tahun ini.

"Saya bersama penerbit berharap Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati dapat terus menjadi ruang percakapan tentang pentingnya kesehatan mental, kepedulian terhadap sesama, serta bagaimana hal-hal kecil mampu menghadirkan harapan," sambungnya.

Lebih dari sekadar karya fiksi, Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati jadi harapan di tengah tekanan hidup untuk terus bertahan. Sesuai dengan salah satu kalimat sederhana di dalam novelnya, 'jangan mati dulu, mie ayam masih enak.'

FYI, Brian Khrisna aktif menulis sejak tahun 2016 lewat buku pertamanya, Merayakan Kehilangan. Buku yang ditulis lainnya adalah Kudasai (2019), Sisi Tergelap Surga (2023), Bandung Menjelang Pagi (2024), dan novel fenomenal Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati (2025).

Selain novel, Brian juga menerbitkan kumpulan tulisan, di antaranya adalah Merayakan Kehilangan (2016), The Book of Almost (2018), dan Museum of Broken Heart (2020).


(tia/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO