3 Novelis Indonesia Melaju ke Granada Book Fair 2026

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
Penulis Indonesia Eka Kurniawan
Potret Eka Kurniawan. Foto: Dok.Tia Agnes/ detikcom
Jakarta - Indonesia melalui representasi Jakarta sebagai UNESCO City of Literature siap tampil sebagai Special Guest City di Granada Book Fair 2026. Keterlibatan ini adalah bagian dari inisiatif Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya Kemenbud.

Ada 3 novelis Indonesia yang hadir di Granada Book Fair 2026. Mereka adalah Eka Kurniawan, Soe Tjen Marching, dan Feby Indirani. Karya ketiganya sukses menjangkau pembaca internasional lewat penerjemahan ke dalam bahasa Spanyol.

Sebagai bagian dari Writers in Focus, tiga penulis terlibat dalam sejumlah sesi diskusi utama. Eka Kurniawan bakal tampil dalam sesi roundtable pada 24 April 2026 pukul 21.00 waktu setempat di Caja Rural Granada Foundation Pavilion. Dia bakal berdialog dengan Laura Prinsloo soal posisi sastra Indonesia dalam skala global.

Esok harinya, Feby Indirani dan Soe Tjen Marching juga bakal hadir dalam sesi berjudul Contemporary Indonesian Authors. Mereka bakal membahas keragaman perspektif perempuan dalam sastra Indonesia termasuk isu gender, memori, dan kebebasan berekspresi.

FYI nih detikers, program MTN Seni Budaya adalah prioritas nasional yang bertujuan menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra mengatakan posisi Indonesia sebagai guest of honor city jadi bagian dari MTN Seni Budaya buat perluas kehadiran sastra Indonesia dalam lanskap global.

"Upaya ini gak cuma fokus pada pengembangan di dalam negeri tapi juga buka ruang bagi talenta Indonesia untuk terlibat dan berjejaring di tingkat internasional," katanya dalam keterangan yang diterima detikpop, Selasa (21/4/2026).

Menurutnya, sastra jadi medium penting demi terbangunnya dialog lintas budaya yang inklusif, dinamis, dan berkelanjutan.

"Kehadiran tiga novelis mencerminkan wajah sastra Indonesia yang beragam, kritis, dan terus bergerak melintasi batas geografis maupun kultural," pungkasnya.




(tia/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO